Pemkot Pekalongan Revitalisasi Lahan Bekas Rob untuk Jadi Sawah
Kamis, 15 Mei 2025, 16:20 WIBPEKALONGAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, terus melakukan revitalisasi lahan bekas rob menjadi lahan pertanian atau persawahan sebagai upaya mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa sejak 10 tahun terakhir ini masih banyak lahan khususnya di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara terdampak oleh rob sehingga lahan tidak bisa ditanami padi.
âAkan tetapi, lahan sawah yang sudah 10 tahunan tidak produktif ini seiring dengan dibangunnya tanggul penahan banjir dan rob, serta dukungan dari semua pihak baik Kodim 0710/Pekalongan dan Bank Indonesia akhirnya para kelompok tani kembali bisa menanam padi lagi di lahan eks rob,â katanya.
Menurut dia, pihaknya mengapresiasi peran Bank Indonesia yang telah mendukung program capacity building dan demplot padi biosalin seluas 1,5 hektare di wilayah Kelurahan Degayu.
Selain itu, kata dia, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Biogen Kementerian Pertanian dan TNI atas dukungan benih biosalin dan pendampingan teknis.
âBerkat kesuksesan demplot ini, luas tanam biosalin di Kelurahan Degayu kini mencapai 33 hektare dan bisa berpotensi bertambah hingga 95 hektare untuk musim tanam mendatang. Kualitas padi biosalin ini memang bagus karena dirancang tahan dengan air payau,â katanya.
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Andi Reina Sari mengatakan dukungan BI terhadap program ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.
"Program ini merupakan pilot project pertama yang diharapkan dapat diterapkan di daerah lain yang menghadapi masalah salinitas," katanya.
Menurut dia, pihaknya memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka dalam budi daya padi Biosalin.
"Ke depan, BI akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung keberhasilan program ini dan mengembangkannya di daerah lain karena komoditas beras ini memang bobotnya tinggi terhadap inflasi sehingga menjadi prioritas kami dalam rangka mendukung peningkatan produksinya," katanya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Manchester United Gagal Dekati Tchouameni, Real Madrid Tegaskan Status Tidak Dijual
-
Sumbang 38 Persen QRIS Nasional, Pramono Anung Pacu Digitalisasi UMKM di JKF 2026
-
Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7
-
Spesial di Pesta Pernikahan Taylor Swift, Paul McCartney Nyanyikan Lagu The Beatles "I Want to Hold Your Hand"
-
Anggota NewJeans Hanni Resmi Kembali ke ADOR, Danielle Putus Kontrak dan Minji dalam Tahap Rundingan
-
Kemenhub Terus Percepat Pembangunan Jaringan Kereta Api Nasional
-
Bantu Usaha Lokal, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Pendaftaran Merek Dagang IKM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.