Proteksionisme Hambat Pertumbuhan Inklusif
Rabu, 14 Mei 2025, 22:59 WIBJAKARTA-Ajakan pemerintah Indonesia untuk kembali memperkuat multilateralisme perlu didukung demi menciptakan pertumbuhan yang inklusif. Perang dagang atau proteksionisme hanya menganggu rantai pasok global.
Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda sangat mendukung upaya untuk bisa menyatukan persepsi bahwa rantai pasok global sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Bahwa pertumbuhan negara berkembang juga harus menjadi agenda negara-negara maju. Agenda multilateralisme ini sedikit luntur dalam beberapa tahun terakhir, digantikan oleh proteksionisme masing-masing negara,"tegas Huda pada Koran Jakarta, Rabu (14/5) menanggapi ajakan Wamenkeu terkait multilateralisme.
Kendati sepakat dengan multilateralisme Huda tetap menghargai bahwa masing-masing negara juga berhak untuk melindungi industri dalam negerinya. Tidak mudah untuk menyatukan kepentingan berbagai pihak dimana masing-masing pihak punya agenda pembangunan masing-masing.Â
Masing-masing negara juga mempunyai masalah tersendiri. Misalnya, masalah inflasi tinggi (hyper inflasi) di Venezuela tidak menjadi masalah di Indonesia. Maka perlu satu dirigen khusus soal pembangunan ekonomi global.Â
Peranan ADB
Bank pembangunan Asia atai The Asian Development Bank (ADB) ujarnya bisa berperan signifikan dalam pembangunan ekonomi global yang inklusif. "Mulai dari permasalahan yang relatif dihadapi oleh semua negara, contohnya krisis lingkungan, ataupun juga kemiskinan,"ujarnya
Diketahui, Indonesia menyerukan penguatan multilateralisme dan transformasi digital pada Pertemuan Tahunan Asian Development Bank (ADB) ke-58 di Milan, Italia.
Pada agenda ADB Governorsâ Business Session, Indonesia yang diwakili oleh Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyampaikan ketidakpastian global memicu kerentanan rantai pasok.Â
Dikutip dari keterangan di Jakarta, Rabu (14/5), Wamenkeu menekankan pentingnya multilateralisme yang dapat memberikan solusi yang saling menguntungkan, mendorong pertumbuhan inklusif, dan mengurangi ketimpangan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Indonesia menyatakan ADB memainkan peran penting dalam mendukung upaya negara anggota untuk memperkuat multilateralisme.
- Perang Dagang
- Asia Development Bank (ADB)
- Ekonomi Inklusif
- tarif resiprokal
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Tim Senam Indonesia Persembahkan 4 Medali di SEA Games Thailand 2025
-
Situs Sejarah Goa Jepang di Palembang Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata Baru
-
Pemprov DKI Kunci Mitigasi Cuaca Ekstrem, Jakarta Disiagakan Hadapi Akhir Tahun
-
Trump dan Xi Sepakat Redakan Perselisihan Tentang Tarif dan Tanah Jarang
-
Kapolri Tinjau Personel dan Sarpras Polda DIY: Pastikan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana
-
BMKG: Waspadai Banjir Rob di Pesisir NTT pada 21–23 Januari 2026
-
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan di Tapanuli Selatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.