Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKSDA Tangani Interaksi Negatif Harimau Pemangsa Sapi di Aceh Timur 

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 20:25 WIB | Oleh:
BKSDA Tangani Interaksi Negatif Harimau Pemangsa Sapi di Aceh Timur  Doc: Antara
Ket. Polisi menunjukkan lokasi penemuan bangkai sapi setelah dimangsa harimau sumatra di Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur.

Banda Aceh - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menangani interaksi negatif harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) yang dilaporkan memangsa ternak sapi di Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh Teuku Irmansyah yang dihubungi dari Banda Aceh, Provinsi Aceh, Rabu, mengatakan penanganan tersebut merupakan respons terhadap keresahan masyarakat adanya interaksi negatif harimau sumatra di pedalaman Kabupaten Aceh Timur.

"Kami sudah menurunkan tim menangani interaksi negatif harimau sumatra, karena satwa liar tersebut dilaporkan memangsa seekor sapi di Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur," kata Teuku Irmansyah.

Sebelumnya, Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi mengatakan seekor sapi milik Kepala Desa Blang Nisam Sabidin dimangsa harimau sumatra. Bangkai sapi ditemukan dengan sejumlah luka bekas gigitan harimau sumatra pada Senin (12/5) pagi.

Teuku Irmansyah mengatakan tim dari Resor Konservasi Langsa sudah dikerahkan ke lokasi. Tim bersama personel Polsek dan Koramil setempat juga sudah memeriksa di sekitar lokasi penemuan bangkai.

"Dari hasil pemeriksaan lapangan, bangkai sapi tersebut dimangsa harimau dan juga ditemukan jejak kakinya. Namun, jejak kaki harimau tersebut tersebut diperkirakan sudah lama," katanya.

Tim bersama pihak terkait lainnya terus memantau di sekitar lokasi guna memastikan apakah harimau masih berada di sekitar wilayah tersebut atau sudah menjauh.

Ia menyebutkan lokasi penemuan bangkai sapi jauh dari pemukiman penduduk. Lokasi penemuan bangkai berada di tengah perkebunan sawit yang masuk areal penggunaan lainnya. Jarak lokasi tersebut sekitar 17 kilometer dari kawasan hutan.

"Kami mengimbau masyarakat agar mengandangkan ternaknya di sore hari serta menjaga di malam hari guna mencegah gangguan harimau. Apalagi lokasinya di tengah perkebunan sawit dan jauh dari pemukiman penduduk," katanya.

Berdasarkan daftar kelangkaan satwa dikeluarkan lembaga konservasi dunia International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), harimau sumatra merupakan satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera tersebut berstatus spesies terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar. 

Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga kelestarian harimau sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Kemudian, tidak memasang jerat, racun, pagar listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi. Semua perbuatan ilegal tersebut dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Di samping itu, aktivitas ilegal lainnya juga dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya harimau sumatra dengan manusia. Konflik ini berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa, baik manusia maupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.