Ada Operasi Berantas Jaya, Premanisme Jalan Terus

Rabu, 14 Mei 2025, 01:10 WIB

JAKARTA – Saat Polda Metro Jaya menjalankan Operasi Berantas Jaya 2025 untuk memberantas aksi-aksi premanisme. Namun, begitu aksi-aksi premanisme malah marak. Contoh aksi premanisme penagih utang (debt collector) di Bekasi dan Cengkarenag, Jakarta Barat.

Polres Metro Bekasi Kota menangkap salah satu pelaku pengeroyokan berinisial EHO yang mengaku sebagai debt collector. “Tersangka EHO kita tahan dan periksa. Kami masih mengejar para pelaku lainnya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, Selasa (13/5).

Ket. Foto: Ilustrasi - keributan antarkelompok pengemudi ojek daring dan mata elang yang terjadi di Jalan Raya Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa. — Sumber: ANTARA/Instagram/infojkt

Binsar menjelaskan EHO merupakan salah satu pengeroyok korban berinisial T (37) yang terjadi Selasa (6/5). Peristiwa bermula saat korban dan saksi tiba-tiba didatangi sekelompok debt collector. Saat korban turun dari mobil, tangan korban ditarik hingga jari tangan kiri luka.

Saat itu para pelaku mengambil alih kunci mobil. Kemudian, para pelaku juga berpura-pura mengajak korban dan saksi ke Polres Metro Bekasi Kota untuk menyelesaikan persoalan tunggakan kendaraan.

Korban mengikuti pelaku. Namun, ternyata korban dibawa ke Jalan M Hasibuan, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, sehingga saksi memberhentikan mobilnya. Saat itu, para pelaku memiting leher saksi dan mengeroyok korban. Korban dan saksi diturunkan. Mobilnya dibawa kabur para pelaku.

“Pelaku mengeroyok korban dengan cara memukul, mencekik dan menendang hingga korban luka lebam dan bengkak di bagian mata kanan. Kepala sebelah kiri benjol dan luka di perut,” jelas Binsar. Atas kejadian tersebut korban dan saksi melaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota.

Kasus Cengkareng

Kekerasan premanisme oleh penagih utang juga menimpa seorang karyawan pabrik baja ringan Jalan Daan Mogot KM 11, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Dia dikeroyok empat penagih utang.

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Dimitri Mahendra, Selasa, mengatakan, empat pelaku awalnya menggoyang-goyangkan pagar pabrik sambil meneriakkan nama seseorang yang mereka cari.

“Setelah berhasil masuk, para pelaku mencari nama yang tertera dalam surat perintah penagihan utang. Mereka marah-marah dan memaksa masuk ke dalam kantor pabrik,” ujarnya. Para karyawan pun lantas berusaha menghalangi mereka memasuki kantor pabrik, Senin (12/5) sore.

“Saat tengah menghalangi, salah satu karyawan berinisial C mendapatkan kekerasan fisik, dibanting pelaku,” kata Dimitri. Setelah berhasil menerobos masuk, para pelaku tidak menemukan orang yang dicari.

Mendapat laporan dari korban, kata dia, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP, Senin (12/5) malam. Setelah memeriksa para saksi dan berhasil mengantongi identitas pelaku, polisi segera memburu pelaku.

Dimitri belum bisa membeberkan detil aksi premanisme debt collector tersebut karena masih dilakukan penyelidikan. “Para pelaku melarikan diri usai melakukan kekerasan fisik. Sekarang masih dalam pengejaran polisi,” tuturnya.

Di bagian lain, Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga menggiatkan patroli sebagai upaya mencegah aksi premanisme, tawuran, balap liar, geng motor, begal, dan kejahatan jalanan lainnya. “Patroli Perintis Presisi dilakukan sebagai langkah preventif secara rutin untuk mencegah aksi premanisme dan tindak kejahatan lainnya,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Martuasah H Tobing.

Dia juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menjadi korban atau melihat tindakan kriminal. Kegiatan patroli berlangsung Selasa dini hari pukul 00.10 WIB hingga 03.10 WIB dengan menyisir sejumlah titik rawan Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam patroli tersebut, kata Martuasah, dikerahkan sembilan personel dengan dukungan satu unit kendaraan roda empat dan dua unit kendaraan roda dua. Adapun rute patroli adalah Jalan Padamarang, Jalan Pasoso, Jalan Raya Pelabuhan, dan Jalan Timur Raya. Kegiatan Patroli dilakukan di depan Terminal Penumpang Pelni.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa Kolombia Mencapai 321 Orang

Sabtu, Harga Emas Antam Terpantau Naik Jadi Rp2,740 Juta per Gram, Harga Buyback Rp2,6 Juta

Tayang Oktober, Film "Laut Bercerita" Dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastro

Kongkalikong Rektor Unsoed dan Guru di Penerimaan Mahasiswa Baru, Satu Kursi Ditawarkan hingga Rp500 Juta!

Pemkab Pamekasan Beri Teguran ke Pelaku Usaha yang Gunakan Elpiji Bersubsidi

Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla

Cegah Praktik Penyimpangan, Polda Papua Barat Kawal Distribusi Bantuan Pangan

Tanggulangi DBD, Program Wolbachia Mulai Diterapkan di Cengkareng

Harga Cabai Rawit Rp70.450/Kg, Telur Ayam Rp29.350/Kg

Sangat Menginspirasi! Ading Suhana Punya Cara Unik Selamatkan Hutan: Ajak Warga Tanam dan Budidaya Durian

Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha

Jelang Kompetisi 2026–2027, Madura United Lakukan Pemusatan Latihan di Yogyakarta

Indonesia-Tiongkok Dorong Penyelesaian Kode Etik Laut Tiongkok Selatan

Tak Berizin, Kepolisian Resor Bangka Barat Hentikan Tambang Liar Bijih Timah di Kadur

Pemkab Pamekasan Kirim Bantuan Air Bersih ke Desa-desa Terdampak Kekeringan

Kabar Duka, Sineas Imam Tantowi Meninggal Dunia pada Usia 80 Tahun

BPBD Kotim: Kondisi Medan Buat Mobilisasi Personel Maupun Peralatan Pemadam Jadi Lebih Sulit

Wujud Kepedulian Sesama, BKKP Berikan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif

BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah di Indonesia Diguyur Hujan Ringan pada Sabtu (22/8)

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.