Ketua DPR RI Ajak Parlemen OKI Berkolaborasi untuk Masa Depan Dunia yang Lebih Baik

Selasa, 13 Mei 2025, 09:47 WIB

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan pertemuan Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) atau Parliamentary Union of the OIC member (PUIC) penting diadakan untuk membangun kerja sama dan kolaborasi antarbangsa.

Ia menekankan DPR memiliki tanggung jawab besar membantu membentuk arah masa depan bangsa, terutama dalam menghadapi segala tantangan yang ada.

Ket. Foto: Ketua DPR RI Puan Maharani saat menyampaikan pidato pada jamuan makan malam yang digelar untuk delegasi Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) atau PUIC ke-19 di Jakarta — Sumber: DPR RI

Hal itu disampaikan saat jamuan makan malam delegasi Parlemen OKI ke-19 yang diselenggarakan pada Minggu (11/5), di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan konferensi PUIC yang dihadiri oleh para delegasi dari berbagai negara anggota OKI di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Puan juga menyinggung pentingnya memperjuangkan perdamaian dan keharmonisan antarbangsa. Ia mengajak para delegasi memanfaatkan konferensi parlemen negara OKI di DPR sebagai sarana saling belajar dan mempererat persahabatan antarnegara, apalagi perhelatan di Indonesia ini bertepatan dengan peringatan ke-25 tahun (silver jubilee) PUIC sejak didirikan pada 1999.

 "Mari kita bekerja sama untuk memajukan perdamaian, kesejahteraan, dan kemajuan bagi seluruh umat manusia," sebut Puan seperti dikutip dari situs web resmi DPR RI. “Bersama-sama, kita dapat membangun masa depan yang lebih cerah bagi negara kita, dan dunia," lanjutnya.

Pertemuan PUIC ke-19 akan digelar di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 12–15 Mei 2025. Mengusung tema ‘Good Governance and Strong Institutions as Pillars of Resilience’, DPR ingin menekankan bahwa ketahanan dunia Islam tak bisa dilepaskan dari fondasi tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan kuat. 

Konferensi PUIC di Kompleks Parlemen RI direncanakan akan dihadiri oleh 500 peserta dari delegasi negara-negara OKI, termasuk negara observer. Para delegasi sudah mulai berdatangan sejak hari ini.

Sebelumnya, Puan menegaskan DPR RI berkomitmen mengarahkan diskusi PUIC menuju solusi konkret untuk menjawab krisis multidimensi yang dihadapi banyak negara anggota OKI. Terutama dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina. 

“DPR RI memahami betul bahwa diplomasi parlemen hari ini menuntut aksi nyata. Isu Palestina, penguatan kelembagaan, hingga perdamaian regional adalah isu-isu krusial yang harus menjadi pembahasan prioritas,” tegas Puan. 

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.