Produser Usung Kolaborasi Tanpa Batas Kala 'Shogun' Menang di BAFTA
Senin, 12 Mei 2025, 19:44 WIBLONDON - Serial epik "Shogun" berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai "Serial Internasional Terbaik" di ajang British Academy Television Awards (BAFTA) 2025 yang digelar di London, Minggu (11/5), waktu setempat.
Dalam pidato penerimaan penghargaan serial itu, eksekutif produser dan penulis "Shogun" Justin Marks mengusung semangat kolaborasi tanpa batas yang menjadi inti dari pembuatan serial tersebut.
Dilansir dari Deadline, Senin (12/5), Marks menyoroti bagaimana serial itu merupakan hasil kerja keras tim yang terdiri atas orang-orang Amerika, Eropa, dan Jepang, yang bekerja sama di Kanada.
Ia menekankan bahwa keberhasilan "Shogun" adalah cerminan dari semangat kerja sama global yang, menurut dia, semakin memudar di dunia saat ini.
Marks juga mengucapkan terima kasih kepada BAFTA karena telah menghargai gagasan bahwa televisi yang berkualitas tanpa mengenal batas negara.
Kemenangan "Shogun" itu menjadi sorotan utama di tengah perhelatan BAFTA, namun isu lain yang tak kalah menarik perhatian adalah rencana penerapan tarif film oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Hal itu menjadi topik hangat di kalangan para selebritas yang hadir, termasuk aktor kawakan Jonathan Pryce, yang turut berkomentar mengenai itu.
Pryce, yang dikenal luas atas perannya dalam serial "The Crown", menyampaikan kekhawatirannya terkait rencana Trump untuk mengenakan tarif pada film-film asing.
Ia bahkan bergurau tentang kemungkinan dirinya dilarang masuk ke Amerika Serikat karena mengungkapkan pandangannya secara terbuka mengenai kebijakan tersebut.
Pryce mengaku berencana mengunjungi New York, AS, dalam waktu dekat, makanya ia enggan berkomentar terlalu banyak mengenai tarif tersebut karena khawatir akan kesulitan masuk ke negara tersebut.
Lebih lanjut, Pryce mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap ketidakjelasan rencana tarif impor Trump.
Ia menyoroti bahwa Trump seringkali mengumumkan kebijakan tanpa memberikan rincian yang jelas, sehingga menimbulkan kebingungan dan kesulitan bagi para pelaku industri film.
Hal itu, menurut Pryce, membuat para produser dan distributor kesulitan untuk membuat kesepakatan di festival film seperti Festival Film Cannes, karena mereka tidak tahu pasti bagaimana kebijakan tersebut akan diterapkan dan diawasi. Ant
- hiburan
- Film
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Amerika Serikat dan Indonesia Tandai Tonggak Penting dalam Perjuangan Bersama Melawan Kejahatan Keuangan
-
Daftar Lengkap Pemenang Critics Choice Awards 2026
-
Harga Emas UBS-Galeri24-Antam di Pegadaian Selasa Ini Kompak Naik
-
Sekuel Film Godzilla Minus One Diumumkan dengan Judul Baru yang Sempurna
-
316 Perlintasan Sebidang Ditutup PT KAI demi Keselamatan
-
Kubu Raya Percepat Pembangunan Jalan Poros dari Kampung Baru hingga Kubu
-
Ilham Habibie Ingin Mobil Peninggalan Ayahnya yang Disita KPK Dikembalikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.