DLH Cianjur Targetkan Seluruh Pasar Tradisional di Cianjur Olah Sampah secara Mandiri
Senin, 12 Mei 2025, 16:37 WIBCIANJUR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur menargetkan seluruh pasar tradisional milik pemerintah daerah (Pemda) di Cianjur melakukan pengolahan sampah organik secara mandiri seperti yang sudah berjalan di Pasar Ciranjang.
Kepala DLH Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan selama ini volume sampah dari tujuh pasar tradisional itu mencapai 30 ton per hari di mana sebagian besar sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk menghasilkan nilai ekonomi.
"Saat ini yang sudah berjalan mengolah sampah sendiri adalah di Pasar Ciranjang, lengkap dengan mesin pencacah dan pemilah sampah organik yang kemudian dijadikan maggot yang nantinya dapat dijual sebagai pakan ternak kaya nutrisi," katanya di Cianjur, Senin (12/5).
Guna menjalankan program pengolahan sampah mandiri di pasar tersebut, pihaknya membantu peralatan mulai dari peralatan pencacah dan pemilah sampah, termasuk memberikan pembinaan khusus terkait pengelolaan maggot yang baik.
Pihaknya menargetkan seluruh pasar tradisional milik pemerintah dan swasta dapat melakukan hal yang sama dengan cara belajar melakukan pengelolaan sampah seperti yang dilakukan pengelola Pasar Ciranjang, sehingga volume sampah ke TPAS Mekarsari terus berkurang.
"Kami menargetkan di tahun depan seluruh pasar yang memiliki volume sampah cukup tinggi sudah dapat mengolah sampah sendiri, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPAS Mekarasari setiap harinya," kata dia.
Dia menjelaskan dari 11 pasar tradisional yang ada di Cianjur, tujuh di antaranya membuang sampah ke TPAS Mekarsari setiap harinya dengan volume sampah mencapai 30 ton, sebagian besar sampah organik atau sayur mayur yang dapat diolah menjadi maggot.
Untuk pengelola pasar yang siap melakukan pengelolaan mandiri, tambah dia, pihaknya terlebih dahulu akan memberikan pelatihan dengan mengundang pengelola maggot yang sudah berjalan guna memberikan edukasi.
"Kami akan menghadirkan pengelola maggot yang sudah berhasil dan menjadikan maggot memiliki nilai ekonomi, petugas akan mendapat pengetahuan tentang pengolah sampah organik dan anorganik yang memiliki nilai ekonomi," katanya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Gandeng Caitlin Halderman, SoKlin Hadirkan Sensasi Parfum Mewah Tahan 33 Hari
-
Prabowo Saksikan Kemitraan Danantara–Arm, Dorong Inovasi Teknologi
-
Menkop Ajak Dana Umat Lebih Banyak Masuk ke Sektor Produktif
-
Tak Terduga, Ini Alasan Kuat Prabowo Rayakan Idul Fitri 1447 H di Aceh
-
Program Pemberdayaan Perempuan Sektor Kakao di Sulsel Kelola Dana Lebih dari Rp15 Miliar
-
Dinas Pendidikan Cianjur Telah Gelontorkan Rp106 Miliar untuk Perbaikan 83 Sekolah
-
Unsri Terima 2.294 Mahasiswa Baru Lewat SNBP 2026/2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.