Mendadak ‘Padel’, Olahraga ‘Hybrid’ Tenis dan Squash yang Lagi Ngetren di Jakarta
Sabtu, 10 Mei 2025, 20:20 WIBJAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga padel mulai mencuri perhatian masyarakat urban di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Perpaduan antara tenis dan squash ini semakin populer di kalangan anak muda, komunitas olahraga sosial, hingga para profesional yang menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat, terutama di beberapa kota besar di Indonesia.
Menurut Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), The International Padel Federation (FIP) menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-6 sebagai negara dengan perkembangan padel paling pesat di Asia Tenggara dan ke-29 di dunia.
Saat ini, Indonesia telah memiliki Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) yang juga telah bergabung dengan FIP. Berbagai kompetisi padel juga sudah digelar, termasuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON).
Padel dikenal sebagai olahraga yang menyenangkan, mudah dipelajari pemula, namun tetap menantang untuk dimainkan secara kompetitif. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap olahraga ini, berbagai fasilitas padel kini hadir di Jakarta dengan beragam layanan dan program pelatihan.
Padel merupakan permainan ganda di lapangan berukuran 10 x 20 meter, dikelilingi oleh dinding kaca seperti squash. Saat ini di Jakarta sudah ada beberapa lapangan padel yang jumlahnya makin bertambah seiring dengan menjamurnya klub padel.
Sekilas, olahraga ini mirip dengan tenis dalam hal bentuk raket, bola, dan lapangan. Raket padel tidak memiliki senar seperti raket tenis dengan bentuk menyerupai bet tenis meja dengan permukaan berlubang, sementara bolanya menyerupai bola tenis, dimensi lapangannya lebih kecil, dan bolanya lebih ringan. Selain itu, aturan main padel juga berbeda dari tenis.
Skor permainan menggunakan sistem 0-15-30 seperti tenis, dan strategi serta kelincahan menjadi kunci utama kemenangan.
Di Indonesia, padel terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga sosial. Komunitas padel bermunculan dan menggelar turnamen, sesi latihan bersama, hingga kegiatan sosial yang mempererat interaksi lintas usia dan profesi.
Lewat dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sponsor, olahraga padel diprediksi akan terus tumbuh dan memberi warna baru dalam dunia olahraga nasional.
Mengutip dari berbagai sumber, olahraga ini berasal dari Acapulco, Meksiko, dan diciptakan oleh Enrique Corcuera pada 1969, mulai berkembang di Spanyol dan Argentina pada era â70-an.
Bona Palma, pendiri komunitas padel PAUD (Padel Aja Udah) di Jakarta, mengungkapkan bahwa padel mulai dikenal di Indonesia sekitar akhir 2019 dan awal 2020.
"Masuk pertama kali via ekspatriat, pelajar, dan pekerja Indonesia yang mengenal padel di Eropa atau Amerika Latin, serta wisatawan asing yang berkunjung. Pertama kali masuk dan besar di Bali, hingga akhirnya mewabah di Jakarta," ungkap dia kepada DW Indonesia.
Menurut Bona, olahraga ini menjadi kian karena faktor fleksibilitas, kemudahan, kesenangan, dan manfaat kesehatan adalah faktor utama. Sebagai olahraga baru di Indonesia, kata dia, padel memiliki karakteristik yang cukup menarik buat orang yang mencari alternatif olahraga baru.
Sementara itu Adianto Arminta, pemilik lapangan padel House of Padel (HOP) di Jakarta, juga mengkonfirmasi popularitas padel. Banyak orang yang awalnya hanya mencoba-coba, tetapi kebanyakan menjadi ketagihan setelahnya.
"Banyak pemula yang mau coba padel. Dari Januari hingga April (2025) ini makin banyak beginner yang coba, makin banyak yang tahu, maka tingkat kepenuhan lapangannya juga meningkat,â ucap dia.
HOP, yang baru berdiri pada 2024, sering kali didominasi oleh tamu berusia 30-45 tahun (65%). "Ada juga yang senior dari usia 50-61 tahun, dan Gen Z juga ada."
Adi menyebutkan bahwa di tengah popularitas olahraga ini, HOP yang memiliki empat lapangan padel rooftop di lantai 26 sering kali penuh. Jam kosong hanya terjadi karena jam operasional kantor saja. Ant/DW/I-1
- Padel
- Olahraga hybrid
- tren olahraga
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara, Berbagai Sumber
Berita Terkait:
-
KKP Bawa Indonesia Jadi Negara Pertama dengan Sistem Ketertelusuran Berstandar Global
-
Teknologi Mesin Fleksibel Memungkinkan Jaringan Listrik PLTS dan PLTB Stabil
-
Padel Lagi Naik Daun! Turnamen DYA Community, Ajak Warga Jakarta Ikut Tren Sport Tourism
-
Pedagang Pasar Pramuka Protes Penutupan Sementara Kios oleh Pasar Jaya
-
1.200 Sekolah Cianjur Segera Diperbaiki
-
Polrestro Jakbar Gencar Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Pemudik
-
Setiap Hari, Disnaker Tangerang Tawarkan Info Loker Terbaru Lewat Medsos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.