Dialog Dengan Calon Dirjen Unesco dari Mesir, Menteri Kebudayaan Dorong Warisan Budaya Masuk Nominasi Dunia
Rabu, 07 Mei 2025, 21:18 WIBJAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, berdialog dengan calon Direktur Jenderal (Dirjen) Unesco kandidat Mesir, Khaled El-Anany. Salah satu pembahasan dalam dialog tersebut adalah mendorong warisan budaya Indonesia masuk nominasi dunia.
Fadli berharap, di bawah kepemimpinan baru UNESCO nanti, negara mega-diverse seperti Indonesia dapat lebih didukung dalam proses nominasi situs warisan budaya dan takbenda. Dia memastikan, Indonesia tengah aktif untuk berpartisipasi dalam pencalonan anggota Komite Antar Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda di UNESCO.
"Kami berharap, jika Prof. El-Anany terpilih, kekayaan budaya Indonesia yang membentang dari Aceh hingga Papua, dengan keragaman etnis, bahasa, dan ekspresi budayanya, dapat semakin diperkuat kapasitasnya untuk masuk dalam berbagai nominasi UNESCO," ujar Fadli, usai dialog, Rabu (7/5).
Khaled El-Anany, kandidat resmi dari Republik Arab Mesir untuk posisi Direktur Jenderal UNESCO periode 2025â2029. El-Anany yang juga merupakan Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir periode 2019-2022 mendengarkan langsung prioritas dan harapan negara-negara kawasan terhadap arah kepemimpinan UNESCO ke depan.
Fadli menambahkan, pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Mesir. Pertemuan tersebut juga meomentum memperkuat posisi kawasan Global South dalam struktur kepemimpinan organisasi kebudayaan dunia.
Dia menegaskan dukungan Indonesia terhadap pencalonan El-Anany. Indonesia dan Mesir memiliki hubungan yang sangat dekat, bahkan Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
"Kami percaya Prof. El-Anany adalah kandidat yang kompeten dan memiliki visi kuat untuk memajukan kebudayaan dunia,â jelasnya.
El-Anany menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran UNESCO sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan melalui kebudayaan, pendidikan, dan ilmu pengetahuan. Dia juga menekankan pentingnya pelindungan warisan budaya, penguatan kapasitas otoritas nasional, serta pemberdayaan seniman dan komunitas lokal.
"Termasuk pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) secara etis untuk pelestarian budaya," katanya.
- Fadli Zon
- Mesir
- Warisan Budaya
- Menteri Kebudayaan
- Kementerian Kebudayaan
- Dirjen Unesco
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Jadwal Super League: Persija Jumpa PSIM, Persib Kontra Dewa United
-
Winter aespa Kena Herpes Zoster! Penyakit Apa Itu?
-
Pengadaan Beras BULOG Tembus 4,1 Juta Ton, 102% dari Target
-
Fenomena Api Biru Muncul di Kawah Papandayan, Badan Geologi Lakukan Analisis Aktivitas Vulkanik
-
QRIS Makin Merakyat, Seperempat Penduduk RI Sudah Menggunakannya
-
Perpusnas Gandeng Kementerian Kebudayaan, Sinergi di 4 Bidang untuk Majukan Warisan Budaya
-
Perjuangan Tim Pemadam Perempuan TPoM Padamkan Karhutla di Ketapang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.