Trump Kejar Pelucutan Total Program Nuklir Iran

Selasa, 06 Mei 2025, 02:40 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Minggu (4/5) mengatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan pelucutan total program nuklir Iran.

“Energi sipil, begitulah namanya (program nuklir Iran). Namun, Anda tahu, energi sipil sering kali mengarah pada perang militer. Dan kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir. Ini adalah kesepakatan yang sangat sederhana. Pelucutan total, itulah yang kami inginkan,” kata Trump.

Ket. Foto: Presiden AS, Donald Trump — Sumber: AFP/ALEX WROBLEWSKI

Pemimpin AS tersebut menambahkan bahwa Iran sama sekali tidak memerlukan program nuklir sipil dengan alasan bahwa Teheran memiliki cukup banyak minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan energi sendiri.

Presiden Trump bahkan mengancam akan menyerang Iran jika diplomasi gagal dan telah menjatuhkan sanksi tambahan yang menargetkan sektor minyak negara itu.

Sebelumnya pada Kamis (1/5), Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi mengatakan bahwa putaran keempat perundingan nuklir AS-Iran, yang telah dijadwalkan pada 3 Mei, ditunda karena alasan logistik.

Putaran pertama perundingan nuklir antara Iran dan AS berlangsung di Ibu Kota Oman, Muscat, pada 12 April. kemudian, putaran kedua diadakan di Roma pada 19 April, dengan mediasi dari Oman, serta putaran ketiga perundingan nuklir adalah di Muscat pada 26 April.

Iran menandatangani kesepakatan nuklir dengan Tiongkok, Prancis, Russia, Inggris, AS, Jerman, serta Uni Eropa, pada 2015, yang mewajibkan Teheran untuk mengurangi program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi. Namun, AS menarik diri dari kesepakatan tersebut pada 2018 selama masa jabatan pertama Presiden AS Donald Trump dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran, yang menyebabkan kesepakatan tersebut bubar.

Luncurkan Misil

Sementara itu Teheran pada Minggu meluncurkan misil balistik berbahan bakar padat baru, televisi pemerintah Iran melaporkan, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat dan perundingan program nuklir Iran.

Negara-negara Barat telah menyuarakan kekhawatiran mengenai kemampuan misil Teheran, menuduhnya mengganggu stabilitas Timur Tengah. Ant/AFP/Sputnik-OANA/I-1

  • Iran

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.