Klinik Kesehatan Haji Indonesia Siap Layani Jemaah
Senin, 05 Mei 2025, 23:26 WIBJAKARTA - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebagai salah satu fasilitas kesehatan ibadah haji 1446J/2025M siap melayani para jemaah. KKHI beroperasi di dua daerah kerja yaitu Madinah dan Mekkah.
Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan Tahun 2025, Mohammad Imran, memastikan, pemerintah berkomitmen menyelenggarakan pelayanan kesehatan haji tahun 1446H/2025M yang prima, terstandar, dan mudah diakses. KKHI difungsikan sebagai tempat perawatan dan rujukan bagi jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan, baik yang dirujuk dari Pos Kesehatan Kloter, Pos Kesehatan Sektor, maupun Pos Kesehatan Bandara.
"Jemaah yang sakit akan ditangani terlebih dahulu di Unit Gawat Darurat (UGD) KKHI untuk kemudian menjalani proses triase, yaitu penggolongan tipe dan tingkat kegawatdaruratan pasien," ujar Imran, dalam keterangan resminya, Senin (5/5).
Dia meneranhkan, KKHI akan menangani hasil kondisi pasien pada tingkat kesakitan/cedera ringan dan sedang. Namun, jika hasil triase di level sedang dan berat atau kondisi gawat darurat, jemaah akan segera dilakukan resusitasi dan dirujuk ke rumah sakit pemerintah Arab Saudi (RSAS) untuk penanganan lanjutan.
"Selama masa perawatan, petugas kesehatan di KKHI juga memberikan edukasi dan penyuluhan kepada pasien serta keluarga atau jemaah lain yang menjenguk," jelasnya.
Imran mengungkapkan, pelayanan kesehatan di KKHI bersifat kuratif dan rehabilitatif. Penanganan fokus fokus pada pemulihan dan penyembuhan secara cepat dan tepat.
"Jenis layanan yang tersedia meliputi penanganan gawat darurat, rawat inap, perawatan intensif di ICU dan HCU, serta pelayanan ambulans untuk proses rujukan dan evakuasi," katanya.
Dia menyinggung penanganan kasus psikiatri pada jemaah, KKHI memerlukan obat narkotika dan psikotropika. Pada tahun ini, Badan POM Arab Saudi menerapkan aturan yang lebih ketat dengan melarang impor obat narkotika dan psikotropika.
"Sehingga, untuk penyediaan obat tersebut, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Abeer Medical Group sebagai fasilitator dengan penyedia obat narkotika dan psikotropika. Penyedia obat ini merupakan pihak yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi," ucapnya.
- Kemenkes
- Ibadah Haji
- Kesehatan Jemaah Haji
- Jemaah Haji
- Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI)
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Dua Kapalnya Diserang di Selat Hormuz, India Panggil Dubes Iran
-
UMKM Terbantu Bazar Lebaran Betawi
-
Gerakan Literasi Perkuat Aktivitas Anak Tanpa Ketergantungan Gawai
-
Energi Biru Dipacu, NTB Percepat Pembangunan PLTAL Selat Alas
-
40.796 Jamaah telah Diberangkatkan ke Tanah Suci, Kemenhaj Perkuat Layanan Kesehatan
-
Kesadaran Warga untuk Hidup Sehat Makin Tinggi
-
Harkitnas 2026: Jakarta Siap Terapkan Batasan Usia Bawah 16 Tahun Main Medsos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.