Kuatkan Ekonomi Kerakyatan, Muhammadiyah Kembangkan Ribuan WarungMU di Jatim!

Minggu, 04 Mei 2025, 11:10 WIB

SURABAYA – Muhammadiyah baru-baru ini memulai langkah besar Jihad Ekonomi dengan mengembangkan Distribution Center Muhammadiyah (DC MU) sebagai pondasi mengembangkan puluhan ribu toko kelontong WarungMU. Dimotori anggota Dewan Pakar Majelis Ekonomi, Binsis, dan Pariwisata Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Sutrisno Lukito, gerakan ini sudah dimulai dengan memilih Jawa Timur sebagai proyek percontohan.

“Untuk tahap awal kita mengembangkan sepuluh DC MU di sepuluh kota/kabupaten di Jawa Timur,” kata Imam Abda’I, Sekretaris Lembaga Pengembangan UMKM Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Malang, Sabtu (3/5). 

Ket. Foto: Dewan Pakar Majelis Ekonomi, Binsis, dan Pariwisata Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Sutrisno Lukito mengatakan, WarungMU mengadopsi model bisnis berbasis distribusi ritel yang teintegrasi dengan Muhammadiyah. — Sumber: Istimewa

Saat ini, Sutrisno LUkito dan tim sedang melakukan Sosialisasi DC MU kepada Pengurus Daerah Muhammadiyah Kediri, Malang, Mojokerto, Surabaya Situbondo, Jember, Nganjuk, dan daerah lainnya.

DC MU menjadi pusat distribusi barang yang diproduksi masyarakat, UMKM, dan warga Muhammadiyah dalam satu kota/kabupaten. DC MU akan memasok barang untuk toko kelontong yang selama ini sulit bersaing dengan toko ritel modern maupun e-commerce. “Setiap DC MU akan mendistribusikan barang untuk 3.000 WarungMU di setiap kabupaten dan kota,” katanya.

Imam Abda’I mengatakan DC MU mengadopsi model bisnis berbasis distribusi ritel yang teintegrasi dengan Muhammadiyah. Sentra distribusi ini juga menghubungkan pemasok, warung kelontong, dan UMKM dalam satu jaringan berkelanjutan. “Sasaran kita memang warung kelontong yang selama ini terus terhimpit oleh ritel modern,” katanya. Jaringan Muhammadiyah menjadi keunggulan strategis dalam Jihad Ekonomi ini.

DC Muhammadiyah membuka jaringan pemasaran yang luas bagi produk UMKM dengan memastikan distribusi yang lebih efektif melalui jaringan warung kelontong. Karena itu, model distribusi ini akan memanfaatkan dukungan teknologi untuk mempermudah warung dalam mengelola persediaan, pencatatan hingga pemasaran. “Jihad Ekonomi ini harus diwujudkan dalam bentuk yang konkret,” kata Sutrisno Lukito.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.