Wagub Jateng cegah stunting dengan menyasar pesantren
Sabtu, 03 Mei 2025, 19:20 WIBSemarang -- Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen terus berupaya untuk mencegah stunting, salah satunya dengan menyasar kalangan santriwati di pondok-pondok pesantren.
"Ada yang perlu diperhatikan tentang anemia, karena memang kebanyakan terjadinya di usia remaja, jadi banyak hal yang perlu dicegah. Maka perlu disosialisasikan ke adik-adik remaja santri," katanya, di Semarang, Sabtu.
Hal tersebut disampaikannya saat acara "Workshop Pencegahan Anemia pada Remaja Putri" di Pondok Pesantren, yang digelar di Aula Pondok Pesantren Al Itqon, Bugen, Tlogosari Wetan, Semarang.
Menurut dia, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja, bukan saat hamil atau setelah anak lahir.
Ia menjelaskan bahwa kondisi anemia menjadi salah satu faktor yang menyebabkan stunting pada keturunannya.
Oleh karena itu, kata dia, upaya pencegahan sejak dini perlu dilakukan, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD).
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu pun telah meminta Dinas Kesehatan Jateng mengirimkan 400 tablet tambah darah bagi santriwati di Pesantren Al Itqon.
"Ini untuk jangka panjang, untuk anak-anak Indonesia ke depan agar tidak ada yang stunting," kata putra mendiang ulama kharismatik KH Maimoen Zubair tersebut.
Workshop itu merupakan bagian dari program serial yang direncanakan akan digelar di seluruh pondok pesantren di Jateng, dengan sasaran utama santri putri.
Pondok Pesantren Al Itqon Semarang menjadi lokasi inisiasi sekaligus tempat peluncuran (kick-off) program tersebut.
"Atas nama pemerintah, kami ucapkan terima kasih kepada PWNU dan Ponpes Al Itqon yang telah menyelenggarakan pendidikan kesehatan, khususnya terkait anemia ini," katanya.
Layanan Kesehatan NU dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menjadi penggerak utama kegiatan ini, sedangkan Pemerintah provinsi maupun kota juga memberikan dukungan atas kegiatan tersebut.
"Mohon dukungannya. Di tiap ponpes nantinya akan ada detektor dini untuk anemia," ujar Ketua Layanan Kesehatan NU Aris Sunandar.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Dukung Layanan Medis Pasca Gempa Flores, 48 Genset Disiapkan untuk Fasilitas Kesehatan
-
Pengusaha, Investor, dan Warga Bakal Bertemu di Jitex 16-19 September
-
Pemerintah Kabupaten Bangkalan Pastikan Kuota Pupuk Subsidi Aman hingga Akhir 2026
-
PDC Sulap Pabrik Tempe Pesantren di Indramayu, Produksi Naik 3 Kali Lipat
-
ACC Kembangkan DSA Cibunian Bogor untuk Perkuat Potensi Lokal dan Kemandirian Masyarakat
-
Awas Mesin Rontok, Polisi Gerebek Pabrik Oli Palsu di Cengkareng Jakbar
-
184 Ribu Warga Jateng Terdampak Kekeringan, PU Distribusikan Air Bersih ke 24 Kabupaten
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.