Kena Dampak Tarif, Apple Ungkap Sebagian Besar iPhone untuk AS Tak Lagi Dibuat di Tiongkok

Jumat, 02 Mei 2025, 09:54 WIB

JAKARA - Apple akan mengalihkan produksi sebagian besar iPhone dan perangkat lain yang akan dijual di AS dari Tiongkok ke India.

BBC melaporkan, mayoritas iPhone yang ditujukan untuk pasar AS dalam beberapa bulan mendatang akan dibuat di India. Sementara Vietnam akan menjadi pusat produksi utama untuk barang-barang seperti iPad dan Apple Watch, kata kepala eksekutif Tim Cook.

Ket. Foto: Kepala Apple Tim Cook mengatakan sebagian besar iPhone yang dibawa ke AS akan berasal dari India karena perusahaan teknologi tersebut mencoba meredakan dampak perang dagang AS-Tiongkok — Sumber: AFP

Raksasa teknologi itu memperkirakan tarif impor AS akan menambah biaya sekitar 900 juta dollar AS pada kuartal ini, meski Trump memutuskan untuk tidak mengenakan tarif baru pada barang elektronik utama.

Pemerintahan Trump telah berulang kali mengatakan agar Apple memindahkan produksinya ke Amerika.

Perkiraan itu muncul saat perusahaan-perusahaan di seluruh dunia berupaya keras untuk menanggapi perubahan besar dalam perdagangan global yang dipicu oleh kebijakan perdagangan AS.

Dalam pembahasan kinerja keuangan perusahaan dengan investor pada hari Kamis, bos Apple tampaknya ingin menarik perhatian pada investasinya di AS.

Cook membuka diskusi dengan mengingatkan rencana perusahaan untuk berinvestasi 500 miliar dollar di beberapa negara bagian AS selama empat tahun ke depan.

Dibuat di India

Ia juga mengatakan Apple sedang mengalihkan rantai pasokannya dari Tiongkok untuk produk-produk yang akan dikirim ke AS, tetapi India dan Vietnam-lah yang siap menjadi penerima manfaat utama dari langkah tersebut.

"Kami memperkirakan mayoritas iPhone yang dijual di AS akan berasal dari India," kata Cook.

Sementara itu, Vietnam diperkirakan akan menjadi pusat manufaktur utama "untuk hampir semua produk iPad, Mac, Apple Watch, dan AirPods yang dijual di AS."

Tiongkok akan tetap menjadi negara asal bagi sebagian besar total produk yang dijual di luar AS, katanya.

Saham Apple anjlok setelah Trump mengumumkan akan mengenakan "tarif timbal balik" pada produk yang diimpor ke AS, dengan tujuan membujuk perusahaan untuk memproduksi lebih banyak di AS.

Namun, pemerintah menghadapi tekanan signifikan untuk melunakkan rencananya. Tak lama setelah tarif mulai berlaku, pemerintah mengumumkan bahwa barang elektronik tertentu, termasuk telepon dan komputer, akan dikecualikan.

Untuk saat ini, gejolak perdagangan tidak mempengaruhi penjualan Apple.

Perusahaan mengatakan pendapatan untuk tiga bulan pertama tahun ini naik 5% dari periode yang sama tahun lalu, menjadi 95,4 miliar dollar.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.