Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada sobat, jangan berlindung di bawah pohon saat petir menyambar

📅 Kamis, 01 Mei 2025, 23:05 WIB | Oleh:
Waspada sobat, jangan berlindung di bawah pohon saat petir menyambar Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Ilustrasi - Sebagian besar wilayah Sulut berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Batam -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengingatkan warga untuk tidak berlindung di bawah pohon ketika terjadi petir.

Imbauan ini disampaikan menyusul peristiwa meninggal seorang remaja karena tersambar petir saat berteduh di bawah pohon di Simpang Franky, Kota Batam, Kepri, Kamis.

“Jangan berlindung di bawah pohon, karena ketika pohon tersambar petir maka energinya dapat melompat ke tubuh kita,” kata Prakiraan Riza Juniarti dikonfirmasi ANTARA.

Dia menyebut petir yang terjadi siang tadi terpantau oleh radar yang diamati oleh BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam pada pukul 11:00 WIB, hujan disertai petir terjadi di Simpang Franky.

Menurut dia, petir adalah fenomena alam yang normal dan umum terjadi, terutama saat hujan badai yang dihasilkan dari adanya awan cumulonimbus (Cb).

“Petir terbentuk karena adanya muatan listrik di awan yang kemudian mengalir ke tanah atau antarawan, menghasilkan kilatan cahaya dan suara yang menggelegar (guntur),” ujarnya.

Petir cukup kuat dengan suara yang mengagetkan juga terjadi petang hari di wilayah Batam Center.

Riza menyebut kondisi cuaca di wilayah Kota Batam dan sekitarnya dalam seminggu ke depan masih diprediksi dapat terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG seperti Instagram @infobmkg atau @infobmkgbatam,” ujarnya.

Setidaknya ada sembilan tips untuk menghindari petir yang disampaikan BMKG, selain tidak berteduh di bawah pohon. Yakni, segeralah masuk dalam ruangan atau masuk ke dalam mobil ketika berada di luar ruangan dan mendengar suara guntur.

Kemudian, ketika berada di kolam renang, segeralah naik dan menjauh dari kolam renang karena petir dapat menghantarkan energinya melalui air.

“Jauhi tiang listrik, menara atau sesuatu yang tinggi dan mudah tersambar petir,” kata Riza.

Tips selanjutnya, ketika berada di sawah, lapangan ataupun taman segeralah menjauh, karena petir cenderung memilih tempat tinggi untuk melepaskan energinya.

Ketika sedang mengendarai motor, segeralah berhenti, lalu segerakan mencari tempat untuk berlindung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.