Khofifah Optimistis Cyber Defence Academy KEK Singhasari Jadi Kiblat Pertahanan Siber ASEAN
Rabu, 30 Apr 2025, 11:30 WIBSURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Cyber Defense Academy (CDA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang, akan tumbuh sebagai kiblat pelatihan, penelitian, dan inovasi di bidang pertahanan siber, tidak hanya di tingkat nasional, juga kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
âCDA ini sangat strategis dan menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun pertahanan digital yang tangguh serta menciptakan ekosistem keamanan siber yang aman, khususnya bagi Jawa Timur dan Indonesia,â ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.
Khofifah menjelaskan bahwa CDA KEK Singhasari merupakan akademi pertahanan siber pertama di Indonesia dan merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat ketahanan siber nasional serta mencetak talenta digital unggul.
âIni adalah proses panjang yang berangkat dari cita-cita besar, ketekunan, dan kerja keras. Saya bahkan telah mengomunikasikan ini kepada Presiden Ketujuh Indonesia Joko Widodo dan Mensesneg Pratikno saat itu,â ujarnya.
Ia menyebut transformasi digital yang cepat membawa manfaat besar, namun juga menimbulkan tantangan, khususnya dalam aspek keamanan. Oleh karena itu, kehadiran CDA akan memperkuat kemampuan mahasiswa yang berasal dari kalangan akademisi maupun birokrat.
Mengutip survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2024, Khofifah menyebut tingkat penetrasi internet di Jawa Timur mencapai 81,79 persen atau sekitar 34 juta penduduk telah terhubung ke internet. Hal ini, menegaskan urgensi penguatan sistem keamanan digital.
âDiperlukan tenaga ahli yang mampu menjaga infrastruktur digital dan data sensitif. CDA menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut,â katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa CDA merupakan hasil kolaborasi strategis antara Indonesia dan India, dengan melibatkan mitra seperti Acquarii India dan Diaas.in di bawah pimpinan pakar keamanan siber Samarjit Acharjee yang berpengalaman lebih dari dua dekade.
âSaya optimistis program ini akan mencetak talenta digital siap kerja dengan standar global,â ujarnya.
Selain CDA, Khofifah menyampaikan bahwa sejak September 2024, King's College London (KCL) juga telah membuka program pembelajaran jarak jauh di KEK Singhasari.
Menurutnya, kepercayaan lembaga internasional seperti KCL menjadi indikator kuat atas potensi kawasan ini.
âKita berharap Singhasari menjadi mercusuar industri digital, tidak hanya dari sisi animasi, tetapi juga secara akademik melalui penguatan ekonomi digital dan masa depan digital,â katanya.
Gubernur Khofifah menambahkan bahwa KEK Singhasari kini berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital dan pariwisata berbasis teknologi, sekaligus menjembatani potensi lokal dengan jejaring global.
âSinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan industri akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang kompetitif dan berkelanjutan,â ujarnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Dibangun dari Tuban Sampai Gresik, Khofifah dan Wamen KP Bahas Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall
-
Pemerintah Percepat Ekosistem AI dan Data Center untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi
-
Libur Paskah Jumat Ini Ragunan Disebu Wisatawan, Pengelola Imbau Pengunjung Waspada Cuaca Ekstrem
-
Menhub: Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi pada 18 Maret
-
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Wisatawan Hilang di Papuma Jember
-
Warga Bandung Susah Akses Kesehatan Karena Puskesmas Libur Lebaran
-
Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.