Warga Bantul Takkan Kelaparan, Panen Raya Padi 4.000 Hektare

Selasa, 29 Apr 2025, 15:14 WIB

BANTUL – Bersyukurlah warga Kabupaten Bantul, DIY, sebab sepertinya mereka takkan kelaparan. Sebab Bantul panen raya 4.000 hektare.

Kelompok tani di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta hingga akhir April telah menyelesaikan panen padi 4.000 hektare dengan produktivitas rata rata delapan ton per hektare.

Ket. Foto: panen padi — Sumber: aloysius

"Musim panen ini sudah hampir selesai karena puncak panen raya Maret-April. Total panen Maret-April kurang lebih 4.000 hektare," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo di Bantul, Selasa.

Salah satu lokasi panen padi April ini,  di bulak Blunyahan, Kelurahan Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Bantul seluas satu hektare dengan produktivitas panen delapan ton per hektare gabah kering panen.

Kegiatan panen raya padi Gabungan Kelompok Tani Gemah Ripah Kelurahan Pendowoharjo ini diawali dengan tradisi wiwitan atau syukuran atas hasil panen, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya daerah ini.

"Jenis padi yang ditanam di bulak Blunyahan Pendowoharjo adalah Inpari 42. Luasan di bulak ini sekitar satu hektare," tutur Joko. Dia mengatakan bahwa dengan total luas panen 4.000 hektare dan produktivitas delapan ton tersebut maka total produksi gabah kering panen di Bantul hingga Maret April sebanyak 32.000 ton. Produksi tersebut sebagian diserap oleh Bulog Kanwil Yogyakarta.

Dia mengatakan bahwa gabah kering panen tersebut diserap atau dibeli oleh Bulog dengan harga yang ditetapkan pemerintah sebesar 6.500 per kilogram.

"Saya tidak hafal datanya, tapi yang diserap Bulog dengan harga 6.500 per kilogram, dan ini Bulog sudah ancang ancang untuk penyerapan jagung pipil kering dengan harga Rp5.500 per kilogram," tambah Joko.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.