Penetrasi Asuransi Perlu Didorong
Selasa, 29 Apr 2025, 00:00 WIBJAKARTA â Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah.Hingga Februari 2025, OJK mencatat tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih di bawah 3 persen per Februari 2025.
"Penetrasi asuransi sebesar 2,72 persen sampai Februari 2025," ucap Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (25/4).
Jika ditelaah, angka penetrasi asuransi per Februari 2025 tercatat turun, jika dibandingkan posisi per akhir Desember 2024 yang mencapai 2,84 persen.
Terkait masih rendahnya penetrasi asuransi, Ogi tak memungkiri hal itu disebabkan masih adanya tantangan yang dipicu ketidakpastian global. Meskipun demikian, dia optimistis penetrasi asuransi bisa terus bertumbuh seperti yang sudah dicanangkan pada peta jalan perasuransian maupun komitmen untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
"Industri asuransi bergerak untuk terus bertumbuh dengan banyaknya aktivitas pembenahan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir yang bermuara pada kembalinya kepercayaan masyarakat pada industri asuransi," tuturnya.
Masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan keuangan jangka panjang menjadi pemacu bagi industri asuransi untuk terus berkolaborasi dengan industri perbankan melakukan penetrasi ke pasar. Apalagi kanal bancassurance tetap menjadi jalur distribusi dominan dalam industri asuransi jiwa.
Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Full Year 2024 yang dirilis oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa jalur bancassurance berkontribusi sebesar 44 persen dari total pendapatan Premi. "Angka ini menegaskan bahwa kolaborasi antara perusahaan asuransi dan institusi perbankan merupakan kunci untuk memperluas akses masyarakat terhadap proteksi finansial yang relevan," Direktur Bancassurance Great Eastern Life Indonesia, Sisca Then dalam keterangan di Jakarta, Minggu (27/4).
Melihat hal tersebut, industri asuransi jiwa itu menjalin kerja sama strategis dengan Bank CTBC Indonesia melalui peluncuran GREAT Wealth Assurance. Ini solusi perlindungan jiwa jangka panjang sekaligus perencanaan warisan yang unik di mana produk ini dapat memberikan uang pertanggungan hingga 40x dari Premi Tunggal yang dibayarkan serta pengembalian Premi 100 persen di usia 65 tahun.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kolaborasi Manusia dan Teknologi AI, Mempermudah Kinerja Keuangan di Masa Depan
-
Menteri PKP: Pembangunan Rusun Kolaborasi Negara dan Swasta Jadi Solusi Penyediaan Hunian Layak
-
OJK Ungkap Mayoritas Korban Penipuan Baru Lapor Setelah 12 Jam, Dana Sudah Raib!
-
MPR Harap Masyarakat Terus Tingkatkan Pengetahuan untuk Hadapi Perubahan Iklim
-
Permohonan yang Aneh, Hakim Arsul Heran Pemohon Minta MK Diskualifikasi Calon Tak Menang
-
Flairene Candrea Cetak Rekor Renang Nasional
-
Libur Paskah Jumat Ini Ragunan Disebu Wisatawan, Pengelola Imbau Pengunjung Waspada Cuaca Ekstrem
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.