Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Bandara Dewandaru di Jepara dan Ngloram di Blora Jadi Bandara Perintis

Minggu, 27 Apr 2025, 20:20 WIB

JEPARA — Setelah berhasil mengantarkan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang kembali berstatus bandara internasional, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi kini melirik dua bandara regional untuk memperkuat konektivitas wilayahnya.

Bandara Dewandaru di Jepara dan Ngloram di Blora disiapkan untuk menjadi bandara perintis guna mendorong investasi dan pariwisata.

Ket. Foto: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau kesiapan Bandara Dewandaru di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (27/4/). — Sumber: koran jakarta/henri pelupessy

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau kesiapan Bandara Dewandaru di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (27/4/).

Ia menegaskan, pengembangan bandara-bandara perintis menjadi bagian penting dalam strategi membuka Jawa Tengah sebagai pintu gerbang ekonomi baru. “Status internasional Bandara Ahmad Yani akan menyiapkan Jawa Tengah sebagai pintu masuk investasi. Untuk itu, kita akan memperkuat konektivitas lewat bandara-bandara perintis di Karimunjawa dan Blora,” kata dia.

Pilihan mengembangkan Bandara Dewandaru tak lepas dari potensi besar yang dimiliki wilayah Karimunjawa.

Karimunjawa akan menjadi tuan rumah Internasional Karimunjawa Skydiving and Adventure (KISA), Pada 7–11 Mei 2025 mendatang, sebuah ajang bergengsi yang akan diikuti oleh peserta dari 59 negara.

Luthfi melihat momentum ini sebagai peluang emas untuk memperkenalkan Karimunjawa dan Jawa Tengah ke panggung dunia. “Ini kesempatan luar biasa. Kita harus pastikan infrastruktur udara siap untuk mendukung pergerakan wisatawan internasional dan domestik,” ujarnya.

Menurutnya, pembukaan bandara perintis di Karimunjawa dan Blora akan memperkuat daya saing pariwisata Jawa Tengah, terutama di kawasan yang selama ini dikenal dengan kekayaan alam dan keindahan lautnya.

“Karimunjawa adalah kawasan pariwisata zona hijau yang sangat menarik, baik untuk turis asing maupun wisatawan lokal. Bandara perintis akan menjadi kunci daya dukungnya,”imbuh Luthfi.

Jaringan Penerbangan

Dalam mendukung langkah ini, Ahmad Luthfi juga telah menginstruksikan Dinas Perhubungan Jawa Tengah untuk segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk maskapai penerbangan.

Fokus koordinasi meliputi pengaturan shift penerbangan, asal penerbangan, serta negara tujuan. “Kita berupaya agar semakin banyak negara membuka jalur penerbangan langsung ke Jawa Tengah. Ini untuk mempercepat konektivitas internasional kita,” ujar dia.

Sebagai informasi, pada 25 April 2025, melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025, Bandara Ahmad Yani di Semarang resmi ditetapkan kembali sebagai bandara internasional.

Status ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi, ekspor-impor, serta pariwisata di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Pengembangan bandara perintis seperti Dewandaru dan Ngloram juga sejalan dengan program nasional untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

Keberadaan bandara kecil ini sangat strategis untuk membuka aksesibilitas daerah-daerah potensial yang selama ini sulit dijangkau, sehingga menggerakkan ekonomi lokal.

Dengan dukungan fasilitas transportasi yang lebih baik, pihaknya optimistis Jawa Tengah dapat lebih cepat bertransformasi menjadi pusat baru pertumbuhan ekonomi nasional.

  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
  • Bandara Regional

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.