Hadir di Rakernas II Al Jam’iyatul Washliyah, Ahmad Muzani Ajak Umat Perkuat Akhlak Menuju Indonesia Emas
Sabtu, 26 Apr 2025, 14:48 WIBJAKARTAâ Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya peran organisasi Islam seperti Al Jam'iyatul Washliyah atau Al-Washliyah dalam memperkuat akhlak bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Terlebih jika mengingat sejarah pendirian Al-Washliyah pada November 1930 oleh para santri yang berjuang menegakkan Islam dan kemerdekaan RI.
Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) organisasi Islam nasional Al Jamâiyatul Washliyah. Acara yang mengusung tema âPenguatan Perbaikan Akhlak Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045â, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (25/4).
Ahmad Muzani menyampaikan, Al-Washliyah tidak hanya memperkuat keimanan umat Islam, tetapi juga berperan dalam pembangunan bangsa. Bahkan, lembaga pendidikan Al-Washliyah juga terbuka bagi pemeluk agama lain.
âMereka sadar bahwa Nusantara butuh pendidikan, dakwah, dan kepedulian sosial. Tiga bidang inilah yang menjadi dasar gerakan Al-Washliyah,â ujarnya dalam pidato pembukaan dalam rilisnya yang diterima Sabtu (26/4).
Ia menuturkan, Al-Washliyah di satu sisi memperkuat agama, dan di sisi lain memperkuat kebangsaan. Agama yang kuat tidak mengganggu bangsa, sebaliknya bangsa yang kuat akan memperkuat agama. Dan hal itulah yang dikerjakan oleh para pejuang Al-Washliyah.
âDalam negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, antara Al-Washliyah dan Pancasila tidak pernah berbenturan. Justru sejalan. Indonesia dan Pancasila tidak terganggu oleh penguatan keimanan, bahkan semakin kokoh karena iman yang kuat,â tutur Ahmad Muzani.
Zaman yang Kompleks
Di sisi lain, Ahmad Muzani mengingatkan tantangan zaman yang makin kompleks, terutama maraknya pola pikir instan di kalangan muda. Ia menyayangkan banyak anak muda yang ingin sukses tanpa proses.
Kondisi itu, baginya, merupakan gejala yang harus diperbaiki. Lanjut dia, banyak anak muda ingin pintar tanpa belajar, ingin kaya tanpa kerja keras, ada pula yang ingin jadi dokter tanpa kuliah.
âDi bidang politik, ada yang belum pernah terjun ke masyarakat, tapi tahu-tahu dilantik jadi anggota DPR. Inilah tantangan kita sebagai alim, ulama, kiai, dan guru bangsa. Kita tidak boleh kehilangan kesabaran dan kekuatan. Korupsi, misalnya, lahir dari keinginan instan untuk menjadi kaya tanpa proses. Padahal tidak mungkin berhasil tanpa proses,â sambungnya.
Ia pun memuji dedikasi para dai Al-Washliyah yang bekerja dengan ikhlas meski digaji minim. Menurutnya, para dai Al-Washliyah juga menjadi benteng terakhir dari paham-paham sesat dan radikalisme.
Menutup sambutannya, Ketua MPR mengajak Al-Washliyah berkontribusi dalam program-program strategis Presiden Prabowo, seperti makan siang gratis untuk anak-anak dan pendirian Sekolah Rakyat di 200 kabupaten.
Ia juga menyoroti kebijakan penghapusan utang petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 tentang Penghapusan Piutang Macet UMKM, serta keberhasilan pemerintah dalam memperbaiki distribusi pupuk dan menaikkan harga gabah.
âKami berharap Al-Washliyah ikut serta dalam program ini agar manfaatnya dirasakan langsung oleh umat,â tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Al Jamâiyatul Washliyah, Masyhuril Khamis menyampaikan bahwa Rapimnas dan Rakernas kali ini menyoroti pentingnya memperkuat dakwah, terutama di daerah terpencil.
Dakwah Al-Washliyah telah menjangkau wilayah-wilayah pelosok seperti Tanah Karo, Tanah Batak, Nias, hingga Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Di NTT, organisasi yang dipimpinnya ini tengah membangun masjid di atas gunung, setelah menemukan komunitas Muslim yang belum memiliki tempat ibadah.
âLuar biasanya, tanah untuk masjid ini diwakafkan oleh tokoh adat non-Muslim. Ini bukti nyata semangat toleransi,â ujarnya.
Menutup sambutan, Ketua Panitia menekankan pentingnya dakwah yang mengedepankan kasih sayang. âDakwah kita ke depan harus menjadi dakwah marhamah dakwah yang penuh kasih dan damai,â pungkasnya.
Dukung Penuh Palestina
Terakhir, Al Jam'iyatul Washliyah juga turut memberikan pernyataan sikap terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang siap menampung sementara 1.000 warga Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PB Al Jam'iyatul Washliyah, Arman Arifin. Pertama, bahwa Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah mendukung rencana Presiden RI Prabowo Subianto membawa seribu warga Gaza Palestina ke Indonesia, khususnya anak-anak usia sekolah.
Menurut Al Jam'iyatul Washliyah, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati pemerintah Republik Indonesia yang mewakili rakyat Indonesia dalam memberikan bantuan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.
Kedua, gagasan tersebut, menurut Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah, sangat positif selama tidak mengurangi semangat perjuangan rakyat Palestina dan bersifat sementara, bukan tinggal permanen di Indonesia.
Ketiga, Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah mendorong pemerintah Indonesia untuk aktif menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa internasional, termasuk menjaga keutuhan dan eksistensi negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Keempat, sebagai bentuk dukungan terhadap gagasan Presiden tersebut, Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah telah memerintahkan dan menyiapkan sekolah madrasah, panti asuhan, dan perguruan tinggi di lingkungan Al Jam'iyatul Washliyah untuk menampung serta mendidik anak-anak Palestina yang menjadi korban kekejaman Israel.
Selain dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Dr. Zuhair Al-Shun, para pimpinan Al-Washliyah dari seluruh provinsi di Indonesia, serta perwakilan dari berbagai lembaga keislaman dan pemerintahan.
Melalui forum nasional ini, Al Jamâiyatul Washliyah meneguhkan diri sebagai pilar umat yang siap menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita luhur Indonesia Emas 2045.
- Indonesia Emas 2045
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Stok KTP-el Rejang Lebong Aman Beberapa Bulan dengan 8.989 Blangko
-
Dikebut Tanpa Arah, Hilirisasi Berisiko Minim Manfaat Ekonomi
-
Siapkan Dokumen! Ini Lokasi Samsat Keliling Hari Ini di Jadetabek
-
Ericsson Dorong Percepatan 5G di Indonesia, Disebut Kunci Daya Saing Ekonomi Digital Menuju 2045
-
Pemkot Surabaya Membuka Seleksi Penerimaan Calon Dewan Pendidikan 2026-2030
-
Aksi Kamisan ke-900 di Jakarta
-
Waspada! Harga Cabai dan Daging di Penajam Merangkak Naik Jelang Ramadhan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.