UI gelar Simposium Asia-Afrika di 70 Tahun KAA
Jumat, 25 Apr 2025, 04:30 WIBBandung - Universitas Indonesia (UI) menggelar simposium internasional membahas isu ekonomi Asia-Afrika dalam rangka memperingati 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan bekerja sama dengan Fudan University China.
Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan UI, Supriatna, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali semangat solidaritas Asia-Afrika guna menghadapi tantangan ekonomi global dan memperkuat posisi negara-negara berkembang di panggung internasional.
âTema besar simposium ini adalah semangat Asia-Afrika. Kita ingin negara-negara berkembang bisa naik kelas menjadi negara menengah dan bahkan maju, menyusul negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea,â katanya di Bandung, Kamis (24/4).
Supriatna mengatakan simposium juga menekankan pentingnya pengembangan masyarakat terutama dalam konteks ketimpangan ekonomi global dan dampak kebijakan negara-negara besar seperti Amerika Serikat.
Dia mengatakan UI berkomitmen memperkuat peran perguruan tinggi dalam diplomasi antarnegara melalui kerja sama pendidikan, riset, serta pertukaran pelajar dan dosen. Jaringan kerja sama tersebut tidak hanya melibatkan negara-negara Asia dan Afrika, tetapi juga meluas ke Eropa, Australia, dan Amerika.
âKami telah menjalin jejaring dengan universitas-universitas ternama seperti Fudan University yang masuk dalam 30 besar QS World University Rankings. Ini bentuk nyata komitmen kami untuk mendorong kemajuan negara-negara berkembang,â ujarnya.
Simposium ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan pemerintah daerah dan pusat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan UI sendiri telah membentuk berbagai pusat kajian strategis seperti Pusat Indonesia-Tiongkok dan pusat kajian kawasan Asia-Afrika.
Lebih lanjut Supriatna juga menyoroti pentingnya membangun kerja sama ekspor dengan negara-negara Afrika, serta pentingnya pertukaran ilmu antara mahasiswa Afrika dan Indonesia yang kini sudah mulai berjalan melalui program beasiswa.
âHarapannya Asia dan Afrika bisa kompak dalam hal ekonomi dari pengaturan tarif, pajak, hingga kebijakan perdagangan. Semangat simposium ini mengarah pada pembangunan ekonomi masyarakat secara kolektif,â kata dia.
- Konferensi Asia Afrika
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PDI Perjuangan peringati 71 tahun Konferensi Asia-Afrika
-
Menekraf Lihat Peluang Kerja Sama Ekraf dengan Russia Terbuka Lebar
-
Pekan Konferensi Asia Afrika
-
Pemkab Cirebon Arahkan Dana Desa 2026 untuk Program Prioritas yang Berdampak Langsung ke Masyarakat
-
Penerima bantuan pangan beras di Kabupaten Serang turun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.