Foto: Dampak Kebijakan Tarif Resiprokal AS, Sebanyak 3.840 Produk RI Terancam

  • Ads

    Foto 1 Foto 2 Foto 3 Foto 4
    📅 Kamis, 24 Apr 2025, 23:09 WIB
    Foto: Dampak Kebijakan Tarif Resiprokal AS, Sebanyak 3.840 Produk RI Terancam

    Ketua Komisi XI DPR M. Misbakhun (kanan), Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto (kiri), dan Ekonom Senior Indef/Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo (tengah) menjadi pembcara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Ruang PPIP, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/4). Diskusi membahas tema “Kebijakan Tarif Resiprokal AS, Apa Dampak Ekonomi dan Politik Bagi Indonesia dan Bagaimana Solusinya ?”.

    20250424225340_MFi2025042425_new.jpg

    Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dradjad Wibowo, mengingatkan bahwa Indonesia perlu menyusun kebijakan yang matang dalam merespons kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS). 

    20250424230209_MFi2025042428_new.jpg

    Menurut Darmadi, ada 3.840 produk Indonesia yang selama ini menikmati tarif 0% ke AS. Dan, bila tarif tersebut kembali dikenakan, maka dampaknya luar biasa dan bukan hanya gulung tikar, tapi bakal menambah jumlah pengangguran.

    20250424225050_MFi2025042415_new.jpg

    Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) harus dijadikan momen bagi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan nasional, bukan justru menimbulkan kepanikan.  Misbakhun menilai Indonesia sebagai bangsa besar yang sedang "naik kelas" tidak boleh gentar menghadapi tekanan dari negara manapun, termasuk AS.

Berita Foto Terkait

Lihat berita foto lainnya di halaman : Kumpulan Berita Foto
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.