Bukan Kaleng-kaleng, Jatim Jawara Tanam Padi, Sumbang Seperempat Produksi Nasional

Kamis, 24 Apr 2025, 16:49 WIB

SURABAYA - Mengoptimalkan luas tanam itu krusial banget dalam upaya menggenjot produksi pangan nasional, terutama untuk menjamin ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor. Dengan mengoptimalkan luas tanam yang sudah ada (misal lewat intensifikasi atau tumpangsari), produksi bisa meningkat tanpa merusak hutan atau lingkungan.

Banyak lahan pertanian yang sebenarnya potensial tapi menganggur karena masalah irigasi, modal, atau tenaga kerja. Optimalisasi bisa memanfaatkan lahan-lahan ini agar lebih produktif. Karenanya, dukungan pemerintah daerah penting dalam optimalisasi lahan untuk pertanian. 

Ket. Foto: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) saat melakukan tanam padi beberapa waktu lalu. — Sumber: ANTARA/HO-Biro Adpim Jatim

Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatatkan kontribusi tertinggi dalam laju tanam padi secara nasional pada April 2025, dengan menyumbang 25 persen atau seperempat dari total luas tanam nasional.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya, di Surabaya, Kamis (24/4), mengatakan berdasarkan data Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, total luas tanam padi di seluruh Indonesia sejak awal April hingga 22 April 2025 mencapai 924.989 hektare, sementara Jatim sendiri menyumbang 227.802 hektare.

“Artinya, jika dilihat dari persentasenya, kontribusi Jawa Timur sangat signifikan terhadap capaian nasional,” ujarnya.

Khofifah menambahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 8 April 2025, luas panen di Jatim untuk periode Januari-Mei 2025 diprediksi mencapai 964.768 hektare.

Angka ini menunjukkan kenaikan 104.811 hektare atau 12,19 persen dibanding periode sama tahun 2024 yang tercatat sebesar 859.957 hektare.

“Luas panen ini juga menjadi yang terbesar dibandingkan dua provinsi penghasil padi lainnya, yakni Jawa Tengah dengan 811.994 hektare dan Jawa Barat 753.287 hektare,” katanya pula.

Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan bahwa kegiatan tanam serentak nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto juga dilaksanakan secara daring di 14 provinsi, termasuk Jatim. Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo menjadi pusat pelaksanaan kegiatan tersebut di Jatim.

Pada kegiatan itu, dilakukan penanaman padi dengan dua metode, yakni metode manual dan penggunaan mesin tanam (transplanter).

Metode penyemaian luar lahan turut diterapkan, dengan bibit yang ditanam telah berusia sekitar dua minggu dan tumbuh di media tanam sebelumnya.

Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim terus mengawal komitmen dalam menyukseskan target nasional produksi padi, salah satunya melalui percepatan tanam guna memanfaatkan musim hujan yang masih berlangsung.

“Percepatan tanam akan meningkatkan produksi, efisiensi usaha tani, pendapatan petani, serta mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.

Ia juga menyebut sejumlah langkah strategis yang dilakukan, seperti percepatan proses panen, koordinasi penyerapan gabah oleh Bulog dengan harga Rp6.500/kg, serta penyediaan bibit dan pelaksanaan penyemaian luar lahan.

“Harapannya, tingginya kontribusi Jatim dalam laju tanam padi dapat memotivasi seluruh pihak, khususnya para petani, untuk terus meningkatkan produktivitas dan mengembangkan inovasi di sektor pertanian,” ujar Khofifah.

Dengan begitu, Jatim dapat terus berkontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.