UTBK-SNBT Perhatikan Peserta Difabel dan Wilayah 3T

Rabu, 23 Apr 2025, 15:11 WIB

JAKARTA - Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) memperhatikan peserta difabel dan wilayah 3T. Wakil Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Muryanto Amin, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan penyelenggaraan UTBK-SNBT 2025 berjalan dengan baik.

Dia menerangkan, di wilayah 3T terdapat 12 pusat UTBK dan 9 sub pusat UTBK. Menurutnya, peserta di wilayah 3T juga mengalami penambahan dibanding tahun lalu.

Ket. Foto: Panitia SNPMB mengecek pelaksanaan UTBK-SNBT, di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (23/4). — Sumber: Muhamad Marup

"Jadi tidak ada yang tidak bisa mengakses meskipun dia berada di pulau terluar untuk mengikuti UTBK ini," ujar Muryanto, usai meninjau pelaksanaan UTBK-SNBT 2025, di Jakarta, Rabu (23/4).

Muryanto melanjutkan, untuk tahun ini terdapat 377 peserta difabel. Pihaknya juga memastikan pusat-pusat UTBK memiliki akses untuk difabel, tidak hanya saat ujian, tapi menuju lokasi ujian juga.

"Jadi mereka harus kita tempatkan di yang misalnya tangganya landai, lalu harus ada di lantai satu, dan kemudian tempat duduknya, serta pelaksanaan ujiannya itu materialnya juga sesuai dengan mereka," jelasnya.

Sebagai informasi, UTBK-SNBT 2025 dilaksanakan sampai 3 Mei 2025 di 74 pusat UTBK dan 32 sub pusat UTBK yang tersebar di 9 wilayah, termasuk wilayah 3T. Adapun total peserta sebanyak 860.976 dengan daya tampung UTBK-SNBT sesbanyak 625.000 kursi.

Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, mengatakan, pihaknya juga menyediakan lokasi ujian untuk peserta difabel. Adapun peserta difabel di kampus tersebut yaitu 76 orang.

"Kita ada 76 orang peserta difabel, diantaranya dunia netral tadi ada 12 peserta, dan ini ada di Fasilkom UI, gedung lama," katanya.

Terkait kecurangan, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Khairul Munadi, mengatakan, pihaknya telah memperkuat pengawasan berbasis sistem serta Standar Operasionar Prosedur (SOP) UTBK-SNBT. Dia berharap para peserta menerapkan budaya jujur saat ujian.

"Karena apapun sejatinya pendidikan tak hanya masalah lulus ujian, tapi juga bagaimana lulus dari godaan ke curang. Nah ini juga kita sampaikan. Kita sosialisasikan kepada adik-adik sebelum ujian berlangsung," ucapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.