Pemprov Sumut Alokasikan Anggaran PHTC Rp1,1 Triliun untuk 6 Program Prioritas 2026
Kamis, 11 Jun 2026, 03:35 WIBMEDAN -Â Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menggelontorkan anggaran jumbo sebesar Rp1,1 triliun pada tahun ini guna mengakselerasi pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumut Faisal Arif Nasution mengatakan, alokasi anggaran ini dilaksanakan oleh sembilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumut bersama perangkat daerah pendamping melalui 141 kegiatan.
"Realisasinya PHTC di triwulan I tahun ini kontrak sudah mencapai Rp539 miliar, di antaranya realisasi keuangan Rp115 miliar atau 10,7 persen dengan realisasi fisik 10,24 persen," ujar Faisal dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
Anggaran PHTC ini, jelas dia, dialokasikan enam program prioritas, yakni Program Unggulan Sekolah Gratis (PUBG), Program Berobat Gratis (Probis) melalui Universal Health Coverage (UHC).
Kemudian, Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop), Digitalisasi Pelayanan Publik (Cerdas), Infrastruktur Strategis Terintegrasi (Instansi), dan Perlindungan Rakyat Melalui Restorative Justice (Prestice).
Ia menjelaskan, pembangunan Sumut masih tahap awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) didominasi kegiatan fisik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Jika dilihat capaian fisik masih rendah, karena triwulan I ini masih fase persiapan dan kontraktual. Tapi April dan Mei sudah banyak progres dibanding triwulan I. Di Juni ini sudah kontrak, terutama kegiatan infrastruktur," kata Faisal.
Menurutnya, terdapat beberapa program PHTC belum memasuki tahap realisasi, salah satunya PUBG baru dilaksanakan tahun ajaran baru pada Juli 2026.
"Program PUBG sudah ada pagu anggarannya, tapi menunggu tahun ajaran baru. Program ini bagi 103.590 siswa di Nias dan daerah terdampak bencana, yakni Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Langkat,â jelas Faisal.
Sedangkan program PHTC telah berjalan sesuai tahapan, yakni Probis sudah direalisasikan, dan Jaskop telah memasuki tahap survei pengadaan Solar Dryer Dome.
Fasilitas itu berfungsi sebagai tempat penyimpanan komoditas saat panen melimpah guna menjaga kestabilan harga, sehingga petani cabai tidak mengalami kerugian akibat anjloknya harga di pasaran.
"Progresnya di bulan ini sudah selesai sesuai jadwal," kata Faisal.
- pemprov sumut
- phtc sumut
- sekolah gratis pubg
- anggaran sumut 2026
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Tradisi Tabuik Dinilai sebagai Warisan Budaya yang Menghidupkan Pariaman.
-
Warga Luar Jakarta Bisa Manfaaatkan Mobil Klinik Hewan Keliling
-
BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program Inovatif Ini untuk Mendorong Pola Hidup Sehat
-
Menurut Tulus Abadi, Ini Cara yang Bisa Menyelamatkan Konsumen Apartemen LRT City
-
Desa yang Tenggelam Kembali Terlihat di Tengah Kekeringan Bendungan Karian
-
Korsel dan Indonesia Jalin Kerja Sama untuk Lindungi HAM Awak Kapal Indonesia
-
Danantara Siapkan IPO Raksasa BUMN, Pupuk hingga Pelindo Masuk Daftar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.