Ditemuan 524 Kasus DBD, Jaktim Minta Warga Bersihkan Lingkungan

Selasa, 22 Apr 2025, 19:39 WIB

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) meminta warga untuk membersihkan rumah dan lingkungan usai menemukan 524 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa wilayah hingga April 2025.

"Kami mengimbau warga untuk  mencegah DBD, terus melakukan upaya pencegahan dengan menjaga kebersihan rumah, lingkungan, dan kelembaban agar tidak ada jentik nyamuk," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Herwin Meifendy saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (22/4).

Ket. Foto: Juru pemantau jentik (Jumantik) tengah mengecek jentik nyamuk di wilayah Jakarta Timur, Jumat (14/2). — Sumber: ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur.

Warga bisa berperan sebagai juru pemantau jentik (jumantik) mandiri dengan rutin menguras, menyikat, dan menutup rapat (3M) tempat penampungan air di rumah masing-masing.

"Semua bisa dilakukan untuk memperkuat gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan mencegah penyebaran kasus DBD di lingkungan masing-masing," ujar Herwin.

Herwin menyebut, selama periode Januari hingga 16 April 2025 di Jakarta Timur tercatat 524 kasus DBD yang tersebar di 10 wilayah kecamatan.

"Ada 524 penderita dengan jumlah kematian satu orang. Angka kesakitan (incident rate) sebesar 15,83 perseratus ribu penduduk dan angka kematian (case fatality rate) sebesar 0,19 persen," ucap Herwin.

Dari 524 kasus ini, kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Kramat Jati 74 kasus, Cakung 70 kasus, Ciracas 62 kasus, Jatinegara 61 kasus, Pulogadung 60 kasus, Pasar Rebo 49 kasus, Matraman 47 kasus, Cipayung 39 kasus, Duren Sawit 33 kasus, dan Makasar 21 kasus.

"Berdasarkan jumlah kasus, kasus DBD terbanyak adalah Kecamatan Kramat Jati, sedangkan berdasarkan angka Incident Rate (IR) tertinggi adalah kecamatan Matraman," kata Herwin.

Lebih lanjut, Herwin mengungkapkan, secara keseluruhan kasus DBD di Jakarta Timur tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Peningkatan kasus hanya terjadi pada Januari yaitu dari 76 kasus pada 2024 dan meningkat menjadi 133 kasus tahun ini.

Selanjutnya, mulai Februari mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2024. Kasus DBD tahun 2024 pada Februari sebanyak 190 kasus, sedangkan tahun ini turun menjadi 113 kasus.

Lalu, Maret 2024 ada 504 kasus sedangkan tahun ini 193 kasus. Sedangkan April 2024 ada 850 kasus, dan data terbaru April 2025 ada 85 kasus.

Sebelumnya, Herwin meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai nyamuk aedes aegypti yang menggigit manusia pada jam aktif.

"Yang perlu diwaspadai adalah nyamuk aedes aegypti ini menggigit manusia pada jam aktif yaitu pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan pukul 15.00 sampai 17.00," ujar Herwin. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.