Sampdoria Terancam Degradasi ke Serie C, Legenda Klub Turun Gunung Selamatkan Tim

Minggu, 20 Apr 2025, 09:40 WIB

GENOA – Klub legendaris Italia, Sampdoria, berada di ujung tanduk. Mantan juara Serie A 1990/91 dan finalis Liga Champions Eropa ini kini terancam terdegradasi ke Serie C untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Menjelang laga krusial menghadapi Juve Stabia pada hari Senin (21/4), Sampdoria masih terdampar di zona play-off degradasi Serie B Italia. Situasi kritis ini mendorong manajemen untuk mengambil langkah ekstrem: memanggil kembali para legenda klub dari era keemasan.

Ket. Foto: Ilustrasi Sampdoria — Sumber: AFP

Sampdoria telah menunjuk Alberico Evani, mantan gelandang timnas Italia, sebagai pelatih keempat musim ini. Ia didampingi oleh Attilio Lombardo, salah satu ikon klub pada era 1990-an.

Langkah ini langsung memberikan dampak. Dalam laga debut Evani, Samp berhasil menang tipis 1-0 atas Cittadella di Stadion Luigi Ferraris, Genoa. Sekitar 27.000 suporter hadir memadati stadion, memberikan dukungan penuh setelah sebelumnya menggelar aksi pawai ke stadion sebagai bentuk solidaritas.

Dukungan moral juga datang dari Roberto Mancini, mantan pemain dan legenda Sampdoria, yang hadir dalam sesi latihan untuk memberikan motivasi.

Hanya dua pekan sebelumnya, suasana di Genoa sangat tegang. Bus tim dilempari batu dan suar setelah kekalahan 0-3 dari Frosinone. Kekalahan 0-2 dari Spezia seminggu kemudian seolah menjadi pertanda kehancuran.

Namun kini, atmosfer di klub mulai berubah. “Kami benar-benar menghujani klub dengan kritik, dan mereka merespons dengan cara yang tepat,” ujar Emanuele Vassallo, Presiden Federazione Clubs Blucerchiati, kelompok suporter resmi Sampdoria.

“Memanggil tokoh-tokoh dari masa kejayaan memberi kami harapan. Klub menunjukkan bahwa mereka mendengar suara kami,” lanjutnya.

Terlepas dari dukungan suporter, Sampdoria tetap dibayangi krisis finansial. Setelah terdegradasi dari Serie A pada 2023, klub nyaris bangkrut sebelum diselamatkan oleh Presiden Matteo Manfredi dan mantan pemilik Leeds United, Andrea Radrizzani.

Pemilik lama, Massimo Ferrero, meninggalkan klub dalam kondisi keuangan parah. Samp bahkan harus menjalani restrukturisasi utang melalui pengadilan Genoa. Namun, perjanjian tersebut tak mencakup skenario degradasi ke Serie C—yang membuat masa depan klub makin tak pasti.

Dalam laporan keuangan 2023, Samp mencatat kerugian sebesar 29,8 juta euro dan total utang mencapai 136,7 juta euro, meski para pemain sempat tidak menerima gaji.

Meski begitu, harapan datang dari pemegang saham mayoritas saat ini, Joseph Tey, pengusaha asal Singapura yang memiliki 58 persen saham klub. Dalam wawancara dengan Channel News Asia, Tey menyatakan bahwa Sampdoria punya potensi besar jika berhasil kembali ke Serie A.

“Kalau berhasil, hasilnya akan luar biasa. Tapi risikonya juga besar,” ujar Tey. Keterlibatannya sempat disorot media investigatif Norwegia, Josimar, karena hubungannya dengan operator judi olahraga FUN88. Namun, FIGC tak menemukan pelanggaran terkait hal tersebut.

Pada bursa transfer Januari lalu, Sampdoria merekrut 10 pemain baru, termasuk M'Baye Niang, mantan penyerang timnas Senegal. Klub juga tengah menjajaki kerja sama dengan rival sekota, Genoa, untuk membeli Stadion Luigi Ferraris dari pemerintah kota.

Vassallo menegaskan bahwa kepemilikan asing bukan masalah utama bagi suporter. “Mayoritas klub besar Italia kini dimiliki oleh dana investasi. Itu realita,” katanya. “Yang kami khawatirkan, model kepemilikan ini belum memberi hasil di lapangan.”

Dengan hanya beberapa laga tersisa di Serie B Italia, nasib Sampdoria akan ditentukan dalam waktu dekat. Apakah kembalinya para legenda cukup untuk menyelamatkan klub? Atau akankah Samp terjerembab ke jurang Serie C untuk pertama kalinya?

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Erdogan Ajak Mesir Bergabung dengan Pakta Pertahanan Turki-Saudi-Pakistan

Keren Tak Cuma Atasi Kerusuhan, Mobil Water Canon Polres Kudus Kini Dipakai Salurkan Air Bersih

Kebakaran Hutan Mengamuk di Eropa, Cuaca Panas dan Kering Jadi Penyebabnya

Rano Karno Gagas Serial AI “Rimba Raya”, Ajak Generasi Muda Kembali Cintai Alam

Fantastis Lada Putih Babel Mendunia! Kementerian UMKM Lepas Ekspor 8,2 Ton ke Belanda

Korsel Buka Jalan Damai dengan Korut, Tekad Akhiri Konflik Makin Kuat

Mengagetkan! Koops TNI Habema Amankan Senjata Diduga Milik OPM di Ugimba

Gawat Gempa NTT Picu Ancaman Baru! Badan Geologi Ingatkan Bahaya Turutan Likuefaksi

Terobosan Baru Pemkab Bangka Tengah, UMKM Dipermudah Dapat Modal Usaha

Kabar Baik untuk Seniman Kepri! Kemenkum Dampingi Pencatatan Hak Cipta Karya Lagu dan Lukis

Jangan Diabaikan Catatan Sejarah Ini! Sesar Flores Beberapa Kali Hasilkan Gempa Dahsyat

Terobosan Baru! Pemkab Probolinggo dan IPB Berkolaborasi Wujudkan Pesantren Mandiri Pangan

Wisatawan Jangan Panik, Pemerintah Pastikan Labuan Bajo Aman Pascagempa

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

Darurat Pascagempa Flores! Evakuasi Warga Dipercepat demi Keselamatan

Penanganan Gempa NTT Dikebut! Pemerintah Pastikan Respons Bencana Terkoordinasi

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Review dan Easter Eggs Trailer Avengers: Doomsday Special Look D23, Doctor Doom Bersekutu dengan Sentinel Jadi Ancaman Dunia

Aksi 'Mapalus' untuk Mencegah Stunting dan Meningkatkan SDM

Memeriahkan HUT RI dengan Lomba Bersama Warga Binaan Lapas Gorontalo

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.