Nada Gamelan Satukan Dua Budaya, Harmoni Indonesia-Korea Selatan Tercipta di Kota Salatiga
Jumat, 18 Apr 2025, 13:45 WIBSALATIGA â Di tengah gemuruh era digital dan modernisasi global, sekelompok siswa dari Korea Selatan memainkan gamelan Jawa di Aula SMPN 2 Salatiga.
Jemari mereka tampak lincah, meski baru dua hari mengenal alat musik tradisional itu. Pagi yang derah itu menjadi hari ketika budaya tak lagi mengenal batas geografis, dan perbedaan menjadi harmoni yang indah.
Pementasan itu adalah bagian dari Cultural Immersion Program, sebuah inisiatif lintas negara yang mempertemukan pelajar dari Mungyeong, Korea Selatan, dan tuan rumah SMPN 2 Salatiga.
Gamelan bukan satu-satunya pesona. Tari tradisional Bang Ceng Ceng, yang biasanya dimainkan di upacara adat, kini dipentaskan bersama oleh dua bangsa yang berbeda bahasa, tapi satu dalam semangat seni.
Yang membuat momen ini semakin berkesan, para siswa juga mengikuti workshop kilat mengenai budaya masing-masing.
Mereka belajar menulis aksara Korea dan aksara Jawa, serta mencicipi makanan khas dua negara yang disajikan secara bergantian. Gelak tawa dan rasa ingin tahu memenuhi aula, menjadikan suasana semakin hangat dan akrab.
Sejumlah guru dari kedua negara pun terlihat terlibat aktif dalam kegiatan ini.
Mereka mendampingi para siswa dengan antusias, memperkuat semangat pertukaran pendidikan berbasis budaya yang tak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membentuk rasa saling menghormati antarbangsa.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, yang hadir langsung di lokasi, menyambut kegiatan tersebut dengan penuh kebanggaan.
Baginya, program ini bukan sekadar pertukaran budaya, tetapi juga momentum penting untuk membangun karakter generasi muda.
âMelalui kegiatan seperti ini, kita menanamkan nilai-nilai toleransi, menghargai perbedaan, serta memperkuat kerja sama antarbangsa. Ini bekal penting untuk masa depan mereka,â ungkap dia, baru-baru ini.
Panggung budaya tidak berhenti di aula sekolah. Para siswa dari kedua negara bergantian menampilkan seni khas masing-masingâdari lagu, tarian, hingga perkenalan bahasa dan permainan tradisional.
Tawa dan kekaguman saling bertukar, menjadi bukti bahwa perbedaan bisa menjadi sumber keindahan.
Usai menikmati semarak budaya di SMPN 2, rombongan pelajar dan pejabat dari Mungyeong melanjutkan kunjungan ke PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) di Randuacir, Kecamatan Argomulyo.
Perusahaan sepatu ini menjadi simbol nyata kerja sama ekonomi antara Salatiga dan Korea Selatan, dengan keterlibatan investasi dari negeri ginseng tersebut.
Di sana, rombongan disambut hangat dan diajak berkeliling pabrik. Mereka melihat langsung proses produksi sepatu yang telah menembus pasar internasional. Dialog hangat pun tercipta antara tamu Korea dan para pekerja lokal.
Hari itu, Salatiga menjadi panggung diplomasi budaya dan ekonomi yang hidup. Diiringi nada gamelan, diwarnai semangat persahabatan, dan dibingkai oleh visi bersama untuk masa depan yang lebih inklusif.
- Gamelan
- Salatiga
- Korea Selatan
- Indonesia
Redaktur: Sriyono
Penulis: Henri pelupessy
Berita Terkait:
-
Pembelajaran Hybrid Dibatalkan
-
Menkeu Buka-bukaan Soal Kemampuan APBN, Harga Minyak hingga Darurat Energi
-
Instruksi Wamendagri Ribka Haluk: RS di Papua Wajib Terapkan Standar Pelayanan Minimal
-
Oriflame Indonesia Rayakan 40 Tahun lewat “Year of Stars”, Angkat Komunitas hingga Kolaborasi Pop Culture
-
Copa del Rey : Oyarzabal Antar Real Sociedad ke Final Usai Tumbangkan Athletic
-
Gass, Tiket Lebaran Masih Tersedia 98 Ribu Kursi
-
Umat Katolik berbagi takjil gratis di Salatiga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.