Jepang Mencari Kesepakatan Tarif yang Saling Menguntungkan dengan AS

Rabu, 16 Apr 2025, 23:55 WIB
TOKYO - Utusan Tokyo untuk perundingan tarif Amerika Serikat, Ryosei Akazawa, pada hari Rabu (16/4), berangkat ke Washington dengan mengatakan bahwa ia yakin akan hasil yang "saling menguntungkan" sambil melindungi kepentingan nasional Jepang.
Dikutip dari Channel News Asia, para analis mengatakan hasil kunjungannya dapat menjadi contoh bagi negosiasi negara lain dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
"Saya yakin bahwa kita akan mampu membangun hubungan kepercayaan dan melakukan negosiasi yang baik yang akan mengarah pada hubungan yang saling menguntungkan," kata Akazawa, yang merupakan menteri revitalisasi ekonomi, kepada wartawan.
Meskipun menjadi investor terbesar di Amerika Serikat, Jepang masih terjepit oleh pungutan tinggi yang dikenakan Trump pada impor mobil, baja, dan aluminium.
Trump minggu lalu menghentikan sementara bea masuk "timbal balik" sebesar 24 persen terhadap Jepang, bersamaan dengan tarif yang berbeda terhadap sebagian besar negara lain.
Akazawa akan bertemu Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer pada hari Rabu nanti.
Para analis mengatakan, pembelian perangkat keras pertahanan AS dan gas alam dari Alaska dapat menjadi bahan pembicaraan selama negosiasi.
Menteri tersebut, yang belajar di universitas AS dan dekat dengan Perdana Menteri Shigeru Ishiba, mengatakan bahwa ia ingin "melindungi kepentingan nasional kita" dalam pembicaraan dengan Bessent dan Greer, yang "menyukai Jepang".
Institut Penelitian Daiwa memperingatkan pada hari Rabu bahwa tarif timbal balik Trump dapat menyebabkan penurunan sebesar 1,8 persen dalam PDB riil Jepang pada tahun 2029.
Para pejabat AS juga bersiap mengadakan pembicaraan dengan Korea Selatan dan negara-negara lain, tetapi Stephen Innes dari SPI Asset Management menyebut pembicaraan dengan Jepang sebagai "burung kenari di tambang batu bara tarif".
"Jika Jepang berhasil mencapai kesepakatan – bahkan yang setengah matang – polanya sudah ditetapkan. Jika mereka pulang dengan tangan hampa, bersiaplah. Negara lain akan mulai menghargai konfrontasi, bukan kerja sama," tulisnya dalam buletin.
"Dan jangan lupakan masalah besar: Jepang masih menjadi pemegang obligasi pemerintah AS terbesar . Dan itu, kawan, adalah daya ungkit yang sangat besar," tambahnya.
Pejabat tinggi Jepang termasuk Ishiba telah menepis klaim bahwa Tokyo mungkin sengaja menciptakan volatilitas di pasar Treasury AS untuk memaksa Trump menghentikan tarif timbal balik, dengan mengatakan bahwa bukan itu yang akan dilakukan sekutu. 
  • perang tarif

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Gempa M4,8 Guncang Perairan 84 Km Timur Laut Ruteng Manggarai NTT.

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

Karhutla Jambi Meningkat, Wakapolda Cek Titik Panas dan Evaluasi Penanganan.

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi.

Menteri PPPA Dorong UMKM Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Pemerintah Tegaskan akan Terus Perkuat Pemberantasan Narkoba Transnasional

Netflix Umumkan Penayangan Dokumenter F1 Michael Schumacher Terbaru

Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi Kekeringan, Puluhan Ribu Hektare Sawah Diselamatkan

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Percetakan Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Pemerintah Siapkan Sebanyak 3.784 Unit Hunian Vertikal di Kawasan Manggarai

Pengendara Diminta Waspada karena Jasamarga Sedang Lakukan Pemeliharaan Tol Jakarta-Cikampek

Bogor Siapkan Embarkasi Haji 7 Lantai Rp142 Miliar, Konsepnya Mirip Zamzam Tower!

BPBD Kalsel Sebut Delapan Kabupaten/Kota Siaga Darurat Karhutla hingga Oktober

Harga Tiket AS Terbuka 2026 Tetap Tinggi, Sinner Absen Jadi Sorotan

Russell Menang Sprint GP Belanda, Antonelli Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen Formula 1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.