Dorong Penggunaan Hidrogen di Laut, Anak Usaha Subholding PLN EPI Ini Gandeng HDF Indonesia
Rabu, 16 Apr 2025, 10:57 WIBJAKARTA- Anak usaha Subholding PLN Energi Primer Indonesia, PT. Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. HDF Energy Indonesia, perusahaan pengembangan infrastruktur hidrogen skala besar dan teknologi fuel cell multi-megawatt.
HDF Energy Indonesia berkomitmen penuh untuk mendukung transisi energi melalui solusi pembangkit listrik berbasis hidrogen yang ramah lingkungan dan stabil. Ini sejalan dengan bisnis utama BAg transportasi laut energi primer ke pembangkit-pembangkit PLN Group dan IPP, dari Aceh hingga Papua.
MoU ini terkait dengan Kerja Sama Studi Implementasi Teknologi Hidrogen untuk Dekarbonisasi khususnya pada Sektor Pelayaran. Hal ini selaras dengan upaya PT PLN (Persero) dalam transisi energi untuk menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Hidrogen berpotensi menjadi alternatif bahan bakar masa depan yang penting dalam dekarbonisasi khususnya pada bidang maritim.Â
Kerja sama ini berfokus pada studi implementasi retrofit kapal dengan memanfaatkan fuel cell hydrogen serta pemanfaatan hydrogen sebagai bahan bakar kapal. Kerjasama strategis ini menandai tonggak penting dalam upaya transisi energi khususnya pada Sektor Pelayaran mengingat potensi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.Â
Kesepakatan ini diresmikan pada acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2025 pada 15 April 2025 bertempat di Jakarta International Convention Center. Disaksikan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Perwakilan Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Michel Oldenburg dan Carine Lalman, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo serta para stakeholder lainnya di bidang energi dan kemaritiman, kolaborasi antara pemangku kepentingan ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan sumber energi yang bersih untuk pelayaran Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Tri Susanto selaku Direktur Utama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna dan Mathieu Geze selaku Direktur Utama PT HDF Energy Indonesia. Melalui Kerjasama ini diharapkan kedua perusahaan mampu menilai kelayakan pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi alternatif untuk kapal kapal BAg.
âKesepakatan ini menjadi bukti nyata komitmen BAg dalam menghadapi transisi energi. Saat ini BAg sudah melakukan upaya dekarbonisasi melalui penggunaan onshore charging pada kapal saat pembongkaran di Pelabuhan PLTU Suralaya dan upaya lanjutanya adalah mengkaji penggunaan elektrik power serta bersama dengan HDF Energy Indonesia kami akan menggali potensi hydrogen sebagai energi bersih masa depanâ tutur Tri Susanto selaku Direktur Utama BAg.
Dirinya berharap, dengan adanya kerjasama ini menjadi langkah awal yang menginspirasi bagi Insan BAg maupun seluruh stakeholder dalam rangka menjalankan bisnis berkelanjutan menuju NZE 2060.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
KAI Access Gangguan, Reservasi Online Terdampak - Calon Penumpang Terpaksa Antri ke Loket
-
Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon, ESGIN dan ASPEBINDO Jalin Kolaborasi Strategis
-
BPOM Dorong Pergeseran Paradigma Kesehatan pada Pencegahan Penyakit
-
Jarak Pandang Terbatas, Kabut Asap Karhutla Ganggu Jalur Kalsel–Kalteng
-
Kejari Bekasi Bantah Isu Dirut Tirta Bhagasasi Jadi Tersangka, Surat Penetapan yang Beredar Ternyata Dimodifikasi
-
Permintaan Global Membaik, Industri Tekstil Indonesia Berpeluang Perkuat Ekspor
-
Geopolitik Memanas! PLN Tegaskan LNG Jadi "Tulang Punggung" Listrik RI 10 Tahun ke Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.