Produktif di Depan, Lemah di Belakang, Persija Siap Perbaiki Diri Jelang 6 Laga Terakhir

Selasa, 15 Apr 2025, 11:00 WIB

JAKARTA - Persija Jakarta menyadari betul bahwa performa tim tengah melandai di sisa kompetisi musim ini. Namun, skuad Macan Kemayoran menegaskan tak tinggal diam dan terus bekerja ekstra keras demi segera kembali ke jalur kemenangan.

Secara statistik, Persija sebenarnya punya modal berharga untuk bangkit—yakni dari sisi produktivitas. Hingga pekan terkini, Persija mencatatkan 42 gol, menjadikan mereka sebagai salah satu tim paling subur di Liga 1 dengan posisi di empat besar urusan menjebol gawang lawan.

Ket. Foto: Ilustrasi Pemain Persija Jakarta — Sumber: Persija

Artinya, pelatih Carlos Pena berhasil mengoptimalkan potensi lini serang Persija untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Sayangnya, ketajaman itu tak diiringi konsistensi dalam menjaga pertahanan.

“Saya rasa kami harus lebih fokus lagi. Karena kebanyakan dari hasil belakangan ini, setelah kami cetak gol kami selalu kebobolan,” ungkap gelandang muda Persija, Rayhan Hannan dikutip situs resmi klub, Selasa (15/4).

Pernyataan Hannan merujuk pada beberapa hasil mengecewakan di laga-laga terakhir. Saat melawan Persebaya Surabaya (12 April 2025), Persija sempat unggul 1-0 di menit ke-62, tapi hanya berselang tiga menit gawang mereka jebol.

Hal serupa terjadi saat menghadapi Arema FC (6 April 2025). Setelah unggul lebih dulu, Persija malah kebobolan tiga gol dan harus menelan kekalahan. Bahkan ketika menjamu rival abadi Persib Bandung (16 Februari 2025), keunggulan 2-0 di awal pertandingan tak mampu dijaga dan laga berakhir imbang.

Meski begitu, Hannan menegaskan bahwa tim sudah belajar dari kesalahan tersebut. Ia percaya evaluasi yang dilakukan akan menjadi fondasi penting untuk menuntaskan sisa musim dengan lebih baik.

“Masih ada enam laga lagi yang harus kami jalani: melawan Persik, Semen Padang, Borneo FC, Bali United, PSS Sleman, dan Malut United. Kami harus bekerja keras,” tegas pemain berusia 21 tahun tersebut.

Dengan jadwal yang padat dan lawan-lawan tangguh menanti, Persija dituntut tak hanya tajam di depan, tapi juga disiplin di belakang. Jika tidak, produktivitas tinggi yang dimiliki bisa kembali sia-sia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.