Pergerakan Nelayan Bekasi Terganggu

Selasa, 15 Apr 2025, 01:10 WIB

BEKASI – Pergerakan para nelayan Kabupaten Bekasi terganggu pagar laut yang masih berdiri, meski sudah ada perintah bongkar. Ternyata tidak seluruh pagar laut dibongkar.

Nelayan asal Kampung Paljaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, mengeluhkanakses untuk mencari nafkah terganggu karena jalur trayek masih tertutup pagar laut. Deretan batang bambu milik PT Tata Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) dan PT Mega Agung Nusantara (MAN) masih membentang di laut, belum dibongkar sepenuhnya.

Ket. Foto: Nelayan asal Kampung Paljaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Muhammad Ramli (42). — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Pagar ini jelas membatasi akses nelayan tradisional untuk mencari ikan. “Pembongkaran waktu itu cuma di bagian dekat daratan reklamasi. Itu juga cuma seremonial. Setelah itu berhenti,” kata nelayan Muhammad Ramli (42) di Paljaya, Kabupaten Bekasi.

Pantauan di lokasi, pagar bambu yang belum dibongkar tidak memberikan celah bagi kapal nelayan kecil untuk melintas menuju laut lepas. Akibatnya, para nelayan masih mengalami kesulitan saat hendak melaut.

Menurut Ramli, meski ada bagian pagar yang sudah dibongkar, sebagian besar masih berdiri kokoh. Hal ini membuat aktivitas melaut belum bisa berjalan normal. “Masih sulit, belum bisa maksimal cari ikan. Saya berharap gubernur turun tangan meninjau lapangan. Tolong Kang Dedi bantu kami, supaya laut ini bisa kembali seperti dulu lagi,” ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum PT TRPN Deolipa Yumara mengaku menghentikan proses pembongkaran pagar laut dengan alasan pagar-pagar bambu itu merupakan barang bukti penyelidikan yang sedang dilakukan Bareskrim Polri. “Kalau dibongkar semua, bisa menghilangkan barang bukti. Jadi kami tunggu proses hukum selesai dulu,” katanya.

Ia pun memastikan pembongkaran keseluruhan pagar bambu itu akan dilanjutkan setelah seluruh tahapan penyelidikan tuntas. “Nanti kalau proses hukum sudah selesai, kami bongkar semua sekaligus,” kata dia.

Diketahui Selasa (11/2) lalu, PT TRPN sempat membongkar awal di area dekat daratan reklamasi disaksikan langsung Dirjen PSDKP KKP Pung Nugroho Saksono dan Kepala DKP Jawa Barat Hermansyah. Namun, sejak itu, tidak ada kelanjutan pembongkaran.

Sementara itu, pagar laut juga masih berdiri kokoh di perairan Kabupaten Tangerang. Setelah heboh pagar laut di Tangerang mereda, ternyata kini ditemukan lagi masih ada pagar laut berdiri tegak sepanjang 10 kilometer di perairan Tangerang.

  • Pagar Laut

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.