Pagar Laut Masih Berdiri Tegak Sepanjang 10 KM
Senin, 14 Apr 2025, 15:30 WIBTANGERANG â Heboh pagar laut di Tangerang sudah mereda. Namun ternyata kini ditemukan lagi masih ada pagar laut berdiri tegak sepanjang 10 kilometer di perairan Tangerang.
Memang beberapa waktu lalupagar bambu sepanjang 30,16 kilometer sudah dibongkar TNI Angkatan Laut dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Namun, kini nelayan setempat masih menemukan pagar laut yang belum tuntas dibongkar di empat lokasi. Panjangnya diperkirakan mencapai 10 kilometer di perairan Tangerang. Ini sangat mengganggu nelayan.
Di Bekasi, juga masih nongol pagar laut. Nelayan asal Kampung Paljaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan akses untuk mencari nafkah karena jalur trayek masih tertutup pagar laut.
Deretan batang bambu milik PT Tata Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) dan PT Mega Agung Nusantara (MAN) masih membentang di lautan, belum dibongkar sepenuhnya. Pagar ini membatasi akses nelayan tradisional untuk mencari ikan.
"Pembongkaran waktu itu cuma di bagian dekat daratan reklamasi. Itu juga cuma seremonial. Setelah itu berhenti," kata nelayan setempat Muhammad Ramli (42) di Paljaya, Kabupaten Bekasi, Minggu.
Pantauan di lokasi, pagar bambu yang belum dibongkar itu tidak memberikan celah bagi kapal nelayan kecil untuk melintas menuju laut lepas. Akibatnya, para nelayan setempat masih mengalami kesulitan saat hendak melaut.
Menurut Ramli, meski ada bagian pagar yang sudah dibongkar, sebagian besar masih berdiri kokoh. Hal ini membuat aktivitas melaut belum bisa berjalan normal.
"Masih sulit, belum bisa maksimal cari ikan. Saya berharap gubernur turun tangan meninjau kondisi di lapangan. Tolong Kang Dedi bantu kami, supaya laut ini bisa kembali seperti dulu lagi," ucapnya.
Sementara itu, kuasa hukum PT TRPN Deolipa Yumara mengaku menghentikan proses pembongkaran pagar laut dengan alasan pagar-pagar bambu itu merupakan barang bukti penyelidikan yang sedang dilakukan Bareskrim Polri.
"Kalau dibongkar semua, bisa menghilangkan barang bukti. Jadi kami tunggu proses hukum selesai dulu," katanya.
Ia pun memastikan pembongkaran keseluruhan pagar bambu itu akan dilanjutkan setelah seluruh tahapan penyelidikan tuntas. "Nanti kalau proses hukum sudah selesai, kami bongkar semua sekaligus," kata dia.
Diketahui pada Selasa (11/2) lalu, PT TRPN sempat melakukan pembongkaran awal di area dekat daratan reklamasi dengan disaksikan langsung oleh Dirjen PSDKP KKP Pung Nugroho Saksono dan Kepala DKP Jawa Barat Hermansyah.
Namun, sejak saat itu, tidak ada kelanjutan pembongkaran yang berarti. Para nelayan masih terus bergantung pada laut untuk menghidupi keluarga mereka.
- Pagar Laut
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
DPR Minta Kementerian ATR/BPN Jelaskan Penyelesaian Pagar Laut dan Keluarnya Sertifikat HGB
-
Mensos: Pemda Antusias Bangun Sekolah Rakyat karena Ini Strategi Entaskan Kemiskinan
-
Seru! Pemain Skateboard Wanita di Bali Berkebaya Rayakan Hari Kartini
-
Layanan Investasi Terintegrasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Finansial
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.