Wamenkop Sebut Kopdes Diprediksi Hasilkan Rp2.000 Triliun dalam Dua Tahun

Senin, 14 Apr 2025, 15:50 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) diproyeksikan bisa balik modal hingga empat kali lipat atau sebesar 2.000 triliun rupiah dalam dua tahun.

Ferry menyebut Pemerintah memberikan anggaran Kopdes sebesar 400 triliun rupiah, untuk 80 ribu koperasi, di mana masing-masing memperoleh 5 miliar rupiah.

Ket. Foto: Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono — Sumber: antara foto

“Dimodali awal segitu, itu bisa me-leverage kalau bisa sampai 4 kalinya. Jadi kalau Rp400 triliun ini, dimodalin Koperasi Desa-nya, kemudian bisa me-leverage, tentu harapannya setahun, dua tahun dari Rp400 triliun modal yang dikucurkan untuk Koperasi Desa ini, bisa-bisa jadi Rp2.000 triliun," ujar Ferry di Jakarta, Senin (14/4).

Wamenkop menjelaskan, kucuran dana yang diberikan oleh Pemerintah akan digunakan untuk memfasilitasi berbagai kegiatan, salah satunya adalah pengadaan gudang.

Gudang-gudang tersebut nantinya bertindak sebagai offtaker untuk hasil-hasil produk pertanian secara umum dari desa tersebut.

Selain itu, Koperasi Desa juga akan mendapatkan penghasilan dari toko dan gerai seperti apotik, klinik desa, penyediaan logistik, simpan pinjam dan sebagainya. “Harapannya, 1-2 tahun lah dari 400 triliun rupiah yang dikucurkan itu, bisa di-leverage menjadi 2.000 triliun rupiah," katanya.

Namun demikian, Ferry mengatakan pendapatan tersebut tentunya akan didapat secara bertahap. Menurutnya, saat ini Koperasi Desa masih dalam tahap pengembangan.

Lebih lanjut, kata Ferry, dibutuhkan pelatihan khusus atau managerial koperasi untuk memperkuat sistem.

"Insya Allah bisa, ya ini kan perlu proses jadi ya tentu kita harus sabar, menata, kemudian hasilnya pun juga mungkin tahun dua tahun yang akan datang," imbuh Ferry.

Sebelumnya, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi meyakini bahwa Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi perputaran uang hingga mencapai 2.000 triliun rupiah, yang diyakini dapat memperkuat ekonomi lokal serta pemberdayaan masyarakat desa.

Dalam acara "Ramadhan Delight Market" di Jakarta, Rabu (19/3), Menkop menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penghitungan terkait potensi perputaran uang dari pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menkop menjelaskan, apabila setiap koperasi desa mendapat anggaran sebesar 7 miliar rupiah, lalu ketika dihitung secara keseluruhan untuk 70 ribu desa, maka perputaran uang di seluruh Indonesia bisa mencapai 490 triliun rupiah.

Angka perputaran uang itu baru mencakup sektor konsumsi, dan jika desa tersebut bergerak di sektor produksi, potensi perputaran uang bisa meningkat 2 hingga 3 kali lipat, mencapai 1.500 triliun rupiah bahkan 2.000 triliun rupiah.

  • Koperasi Desa
  • Wamenkop

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.