- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Kirim Komponen Ut...
Tiongkok Kirim Komponen Utama untuk “Matahari Buatan” Terbesar di Dunia
Senin, 14 Apr 2025, 01:00 WIBHEFEI - Tiongkok pada akhir pekan lalu telah merampungkan dan mengirim set final komponen Correction Coil In-Cryostat Feeder ke lokasi Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional (International Thermonuclear Experimental Reactor/ITER) di Prancis selatan, menandakan seluruh komponen super besar yang dibutuhkan untuk sistem pengumpan (feeder) magnet ITER kini telah berhasil dikembangkan, ungkap pihak pengembang.
Dikutip dari Antara pada Minggu (13/4), sistem feeder magnet ITER dikembangkan oleh Institut Fisika Plasma Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Academy of Sciences' Institute of Plasma Physics/ASIPP) dan dikenal sebagai "urat nadi" sistem magnet ITER. Komponen terbesarnya, Correction Coil In-Cryostat Feeder, terdiri atas sembilan set yang dibangun menjadi struktur separuh cincin dengan diameter 16 meter dan tinggi 3 meter.
Komponen raksasa tersebut berupa segmen dari tokamak, alat reaktor berbentuk donat yang mampu menahan plasma pada suhu sangat tinggi untuk menciptakan reaksi fusi mirip dengan proses yang terjadi di inti matahari. Pengiriman ini menandai kontribusi signifikan Tiongkok dalam kolaborasi ilmiah global yang bertujuan menghadirkan sumber energi bersih dan tak terbatas di masa depan.
Menurut laporan media resmi Tiongkok, pengiriman dilakukan melalui jalur laut dan mencakup bagian magnet superkonduktor penting yang dirancang dan diproduksi sepenuhnya di dalam negeri. Komponen ini memiliki bobot puluhan ton dan dibangun dengan presisi tinggi untuk memastikan keberhasilan uji coba fusi di ITER.
ITER, salah satu proyek penelitian ilmiah internasional terbesar dan terpenting di dunia, terkenal dengan sebutan "matahari buatan". Julukan tersebut berasal dari kemampuannya menghasilkan energi bersih dan bebas karbon melalui cara yang serupa dengan matahari, yaitu dengan memancarkan cahaya dan panas melalui reaksi fusi.
ITER didanai bersama oleh Uni Eropa, Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, India, dan Rusia. Jika berhasil, reaktor ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi fusi yang lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan reaktor nuklir konvensional.
Menurut Wakil Direktur ASIPP Lu Kun, sistem feeder magnet tersebut sangat penting bagi ITER. Sistem itu menyediakan energi dan media pendingin untuk magnet reaktor fusi, mengirimkan kembali sinyal kendali kritis, dan juga bertindak sebagai saluran pelepasan untuk melepaskan energi magnet yang tersimpan secara aman.
Diproduksi dan diuji secara independen oleh ASIPP, ungkap Lu, sistem itu merupakan paket pengadaan ITER Tiongkok yang paling kompleks, terdiri dari total 31 set, dengan total bobot sekitar 1.600 ton.
Fusi Nuklir
Wakil Presiden Institut Ilmu Fisika Hefei (Hefei Institutes of Physical Science) sekaligus Direktur ASIPP Song Yuntao menuturkan bahwa dalam 20 tahun terakhir, ASIPP telah membangun hubungan kolaboratif yang stabil dengan lebih dari 140 institusi penelitian di 50 lebih negara, membantu banyak negara emerging mengembangkan program dan fasilitas penelitian fusi mereka sendiri.
Tujuan utama matahari buatan tersebut adalah untuk menciptakan fusi nuklir seperti matahari, yang akan menyediakan sumber energi bersih abadi bagi umat manusia dan memungkinkan eksplorasi antariksa di luar tata surya.
Sebagai salah satu anggota utama, Tiongkok bertanggung jawab memproduksi berbagai komponen penting, seperti struktur magnetik superkonduktor, sistem pemanas plasma, serta komponen logistik bernilai tinggi yang sangat vital dalam sistem reaktor. Melalui Institut Fisika Plasma di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (ASIPP), negara ini secara aktif mengirim insinyur dan ilmuwan ke Prancis untuk bekerja langsung dalam pembangunan ITER.
Tiongkok mencatatkan kemajuan signifikan dalam bidang energi fusi, dengan Tokamak Superkonduktor Lanjutan Eksperimental (Experimental Advanced Superconducting Tokamak/EAST) miliknya terus meningkatkan eksperimen dan menorehkan rekor dunia.
- teknologi energi
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.