• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Living Lab Ventures Dorong...

Living Lab Ventures Dorong Kolaborasi Inovasi Global dan Startup Indonesia

Rabu, 21 Okt 2026, 18:51 WIB

JAKARTA — Living Lab Ventures (LLV), perusahaan corporate venture capital yang berinvestasi lintas sektor di Asia Tenggara, meluncurkan Innovation Lab (Innolab) untuk membantu perusahaan global memasuki pasar Indonesia dan mengembangkan peluang bisnis melalui kemitraan strategis.

Peluncuran Innolab dilakukan di tengah pertumbuhan investasi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ket. Foto: Suasana acara peluncuran Innovation Lab (Innolab). Co-innovation platform ini dirancang untuk membantu perusahaan global menguji peluang bisnis, memvalidasi teknologi, dan membangun kemitraan strategis di Indonesia. — Sumber: LLV

Melalui Innolab, LLV menawarkan program akses pasar dan komersialisasi yang membantu perusahaan global memahami kebutuhan konsumen lokal, menguji relevansi teknologi dan model bisnis, serta menjajaki kerja sama dengan mitra dan pemangku kepentingan di Indonesia. Program ini juga dirancang untuk membantu perusahaan memvalidasi peluang bisnis sebelum menerapkan solusi dalam skala yang lebih luas.

Innolab diperkenalkan oleh Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, dalam rangkaian Kumpul Connect for Change Summit 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 20 Oktober 2026. Forum tersebut mempertemukan berbagai pelaku ekosistem kewirausahaan untuk memperkuat kemitraan antara perusahaan rintisan nasional dan jaringan bisnis global.

Kumpul, sebagai mitra ekosistem Innolab, turut mendukung upaya menghubungkan perusahaan global dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan lokal. Kolaborasi ini diharapkan memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat Indonesia.

Bayu Seto mengatakan Innolab dirancang untuk membantu perusahaan global beralih dari tahap penjajakan pasar menuju pengembangan peluang bisnis yang konkret dan berkelanjutan. Selain memfasilitasi akses pasar, program ini mendorong kolaborasi pengembangan teknologi (co-innovation) di sejumlah sektor strategis.

Sektor yang menjadi perhatian Innolab meliputi energi terbarukan, kesehatan digital, semikonduktor generasi terbaru, logistik berkelanjutan, dan solusi lingkungan. Program ini juga memiliki tahapan terstruktur, mulai dari penemuan peluang (discovery), validasi kebutuhan dan penggunaan solusi (use case validation), hingga percepatan eksperimen melalui pembuatan bukti konsep atau proof of concept (POC).

“Bagi LLV, Innolab tidak hanya memfasilitasi akses pasar, tetapi juga mendorong kolaborasi pengembangan teknologi di sektor strategis,” ujar Bayu.

Dalam peluncurannya, Innolab juga menggelar diskusi panel bertajuk Accelerating Real-World Innovation. Diskusi tersebut menghadirkan Founder & Director Retragreen Patrick Lay, Senior International Representative MDEC Priscilla Tjin, serta VP of Global Partnership & Go-To-Market Living Lab Ventures Grace Anastasia.

Para pembicara membahas strategi membawa teknologi ke pasar, menguji kesesuaian produk dengan kebutuhan pelanggan, membangun kolaborasi berbasis ekosistem, serta memetakan peluang ekspansi bisnis di Asia Tenggara. Pembahasan tersebut menyoroti pentingnya validasi pasar dan kemitraan agar inovasi dapat diterapkan secara nyata.

LLV mengusung pendekatan Real Co-Innovation Delivery yang menggabungkan area pengujian lapangan, dukungan tenaga ahli, serta proses inovasi yang kolaboratif dan fleksibel. Pelaksanaannya mencakup pencocokan perusahaan rintisan dengan pemilik kekayaan intelektual, penjajakan kemitraan bisnis secara terstruktur, evaluasi teknis berdasarkan target pencapaian, serta validasi pasar melalui uji coba dan riset pengguna.

Selain itu, Innolab menyediakan pendampingan dari ahli lokal dan global serta akses ke teknologi mutakhir. Dengan memanfaatkan lingkungan perkotaan seperti BSD City, perusahaan dan perusahaan rintisan dapat menguji produk serta menyempurnakan solusi berdasarkan kebutuhan nyata sebelum memasuki tahap komersialisasi.

Melalui program ini, LLV berupaya mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan pasar Indonesia sekaligus mendorong kolaborasi antara perusahaan rintisan dan korporasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi industri dan masyarakat serta membuka peluang pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.