Bandara YIA, Salah Satu Bandara Tersibuk Selama Angkutan Lebaran 2025
Jumat, 11 Apr 2025, 13:13 WIBJAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyatakan bahwa Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) masuk sebagai salah satu bandara tersibuk selama angkutan Lebaran 2025, sekaligus merupakan maharkarya unggulan yang dibangun dengan produk semen dari SIG.
"Tercatat sebagai salah satu bandara terbesar di Indonesia, YIA merupakan mahakarya yang dibangun dengan produk semen dari SIG," kata Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (11/4).
Yogyakarta International Airport menjadi salah satu bandar udara (bandara) tersibuk saat libur Lebaran 2025 dengan traffic penumpang yang tinggi. YIA telah melayani hingga ratusan ribu pengguna transportasi udara, mulai dari arus mudik hingga arus balik Lebaran 2025.
Menurut Vita, YIA merupakan infrastruktur penting yang menjaga kelancaran dan kenyamanan transportasi dari dan menuju Yogyakarta, khususnya pada masa libur Lebaran.
âKami memahami setiap konstruksi memiliki kebutuhan khususnya masing-masing. YIA tidak hanya bandara berkapasitas besar, namun rancang bangunnya juga berfungsi memberikan kenyamanan bagi para penumpang yang akan bepergian," ujarnya.
Karena itu, kata Vita, aplikasi produk SIG turut menunjang fungsi kenyamanan yang dihadirkan YIA.
Dengan total luas area mencapai 587 hektare (ha) di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, YIA memiliki terminal penumpang seluas 219.000 m2 dengan daya tampung hingga 20 juta penumpang per tahun.
YIA juga memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 3.250 meter, serta apron (area parkir, bongkar muat, dan pemeliharaan pesawat) yang bisa menampung 45 pesawat. Hal ini memungkinkan YIA melayani pesawat berbadan lebar (wide body) seperti Air Bus A380 dan Boeing 777.
Selain memiliki kapasitas besar, YIA juga dirancang dengan ketahanan terhadap gempa 8,8 magnitudo, serta tsunami dengan proyeksi ketinggian maksimum setinggi 12,8 meter di atas rerata muka air laut (mean sea level/MSL).
YIA juga dirancang untuk dapat mengantisipasi banjir dengan saluran yang dapat menampung potensi banjir, seperti pond atau penampung air sementara dengan volume 43.300 m3, serta saluran bandara yang dapat difungsikan sebagai penampung air (long storage) dengan kapasitas 180.000 m3.
Selain itu, YIA juga dilengkapi dengan gedung Crisis Centre empat lantai seluas 5.284 m2, sebagai tempat evakuasi sebanyak 1.000 orang.
Vita menambahkan selama periode pembangunan fisik, atau sejak Desember 2018 hingga Mei 2019, SIG memasok lebih dari 150 ribu ton semen untuk pembangunan YIA.
- bandara YIA
- Tersibuk
- Angkutan Lebaran 2025
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Bersembunyi, Misi Komando AS Akhirnya Berhasil Selamatkan Ko Pilot F-15E yang Jatuh di Iran
-
Sinyal Bahaya di Bima: Gunung Sangeangapi Aktif, Pemerintah Siapkan Evakuasi Besar
-
Jadi Primadona Wisata, Kota Tua Penuh Sesak Pengunjung Saat HUT Ke-80 RI
-
Zambia: Negeri Zambezi Diujung Selatan Afrika
-
Kemenhub Berkoordinasi dengan Maskapai Pastikan Keamanan dan Kelancaran akibat Konflik di Timur Tengah
-
Jagonya Bikin Tren Anti Mainstream, Rosalia Bikin Kejutan Jadi Brand Ambassador Terbaru New Balance
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.