Kyiv: 155 Warga Tiongkok Bertempur Bersama Pasukan Russia di Ukraina

Kamis, 10 Apr 2025, 14:05 WIB

KYIV - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan lebih dari 150 warga negara Tiongkok telah bergabung dengan pasukan Russia untuk berperang melawan negaranya.

Zelenskyy menyampaikan kepada wartawan pada Rabu (9/4) bahwa para petempur Tiongkok bergabung dalam peperangan setelah menjalani tes fisik dan pelatihan selama satu atau dua bulan di Russia.

Ket. Foto: Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy NHK — Sumber: NHK

Ia juga mengatakan bahwa intelijen Ukraina memperoleh dokumen yang mencantumkan nama dan informasi pribadi mereka seperti tanggal lahir.

Zelenskyy menuduh Russia merekrut petempur Tiongkok melalui media sosial, dan ia yakin Beijing mengetahui hal ini.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, sebelumnya mengatakan bahwa Tiongkok tengah memverifikasi informasi tersebut dengan pihak Ukraina.

Ia menepis tuduhan Ukraina, dengan mengatakan bahwa sikap Tiongkok dalam konflik tersebut sudah diketahui dengan baik oleh masyarakat internasional.

Lin juga mengatakan Ukraina harus mengakui upaya dan peran konstruktif Beijing dalam mengupayakan solusi politik.

Tiongkok selama ini menampilkan dirinya sebagai pihak yang netral dalam konflik tersebut dan mengatakan tidak mengirimkan bantuan mematikan ke pihak mana pun, tidak seperti Amerika Serikat dan negara Barat lainnya.

Namun, Tiongkok merupakan sekutu dekat politik dan ekonomi Russia, dan anggota NATO telah mencap Beijing sebagai "pendukung yang menentukan" invasi Moskwa, yang tidak pernah mengecam serangan tersebut. NHK/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.