UE Siap Balas Tarif Trump: Produk AS dari Baja hingga Jeruk Kena Sasaran

Rabu, 09 Apr 2025, 13:35 WIB

Uni Eropa akan membalas tarif besar-besaran yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump dengan mengenakan bea masuk hingga 25 persen terhadap berbagai produk Amerika Serikat, termasuk kacang kedelai, baja, jeruk, gergaji mesin, hingga mesin cuci. Langkah ini menandai eskalasi serius dalam perang dagang lintas Atlantik yang berpotensi memperburuk ketegangan ekonomi global.

Komisi Eropa, sebagai badan eksekutif UE, sedang menyusun paket tarif balasan lanjutan, menyusul langkah awal yang dijadwalkan disetujui oleh negara-negara anggota UE pada Rabu. Untuk membatalkan usulan ini, dibutuhkan mayoritas suara yang menentang dari para pemimpin UE, sesuatu yang kecil kemungkinannya terjadi mengingat suasana tegang saat ini.

Ket. Foto: — Sumber: Irish Times

Daftar produk yang akan dikenai tarif telah menjadi bahan lobi intensif antara negara-negara anggota selama beberapa pekan. Bourbon, anggur, dan produk susu AS awalnya dipertimbangkan, tetapi mendapat penolakan dari Prancis, Italia, dan Irlandia karena khawatir akan membalas secara ekonomi terhadap ekspor mereka seperti wiski Irlandia, anggur Italia, dan sampanye Prancis.

Namun, UE tetap akan mengenakan tarif terhadap berbagai produk utama AS seperti:

  • Kacang kedelai dan kacang almond
  • Produk baja dan pakaian
  • Perahu bermotor dan peralatan dapur
  • Jeruk, unggas, sosis, dan rasberi
  • Bir non-alkohol, kusen pintu dan jendela

Tarif tersebut ditetapkan dalam kisaran 10% hingga 25%, dan akan berdampak terhadap perdagangan AS-UE senilai sekitar €21 miliar. Meski demikian, nilai ini lebih kecil dari target awal sebesar €26 miliar, karena pengecualian terhadap produk tertentu usai tekanan politik.

Keputusan ini merupakan tanggapan terhadap serangkaian tarif yang diberlakukan Trump sejak pertengahan Maret, termasuk 25% tarif atas baja dan aluminium serta 20% tarif atas hampir seluruh impor dari UE, termasuk mobil dan suku cadangnya.

Komisi Eropa juga tengah mempertimbangkan opsi tambahan, termasuk penargetan perdagangan jasa dan raksasa teknologi AS seperti Google, Apple, dan Meta. Namun, negara-negara seperti Irlandia, yang menjadi basis banyak perusahaan teknologi tersebut, enggan menyeret sektor itu ke dalam konflik.

Meskipun bersiap untuk perang dagang lebih dalam, pejabat UE menegaskan bahwa niat utama blok ini tetap pada diplomasi dan penyelesaian damai. Mereka berharap AS bersedia duduk kembali ke meja perundingan demi menghentikan siklus balas-membalas yang mengancam stabilitas ekonomi global.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.