Kemensos dan Kementerian PANRB Rumuskan Tata Kelola Sekolah Rakyat dan Status Guru
Rabu, 09 Apr 2025, 23:43 WIB
Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf  menyatakan terbitnya Inpres Nomor 8 Tahun 2025 yang di dalamnya memuat tentang Sekolah Rakyat memerlukan konsolidasi dan koordinasi dengan sejumlah kementerian. Salah satunya dengan Kementerian PANRB terkait tata kelola kelembagaan dan formasi tenaga pendidik.
"Kemarin kami dengan Kemendikdasmen, kemudian dengan Kementerian PU dan hari ini dengan Kementerian PANRB," kata Gus Ipul di Kantor Kementerian PANRB, Rabu (9/4).
Selanjutnya dia juga akan melakukan koordinasi dengan gubernur, bupati dan wali kota. Hal ini dilakukan untuk mematangkan konsep perencanaan penyelenggaraan sekolah rakyat yang akan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026.
Dia mengungkapkan opsi terkait kelembagaan dan status guru di Sekolah Rakyat diutamakan yang berstatus PNS terlebih dahulu, kemudian PPPK yang sudah mendapatkan penempatan. Selanjutnya  melalui PPPK paruh waktu.
"Menindaklanjuti hasil pertemuan ini akan diskusi dengan bupati, wali kota untuk memastikan disamping sarana dan prasarananya siap dukungan SDM-nya juga memungkinkan bisa juga diberikan kepada penyelenggaraan sekolah," jelasnya.
Selain membahas status guru, pertemuan kali ini juga membahas terkait tata kelola kelembagaan. Kelembagaan sekolah rakyat akan berbentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT), karena sekolahnya adalah milik Kemensos walaupun secara substansinya oleh Kemendikdasmen.
"Opsi dari Kementerian PANRB terkait tata kelola kelembagaan dan status guru ini akan menjadikan pelaksanaan penyelenggaraannya dapat terukur, terawasi, sesuai dengan tujuan yang menghadirkan lulusan-lulusan yang berkarakter sesuai harapan Presiden," tuturnya.
Menpan RB, Rini Widyantini, mengatakan, pihaknya akan melakukan inventarisir untuk pengisian kepegawaian, dengan mengundang kepala BKN untuk pendataan guru di 53 lokasi Sekolah Rakyat. Pihaknya siap memberikan masukan-masukan dengan tetap memperhatikan peraturan-peraturan yang ada.Â
"Tentunya opsi-opsi ini masih perlu dibahas bersama dengan Kemendikdasmen juga, karena pembina dari jabatan fungsional guru adalah Kemendikdasmen," katanya.
- Kemensos
- Menpan RB
- Mensos
- KemenPAN-RB
- Gus Ipul
- Mensos Saifullah Yusuf
- Sekolah Rakyat
- Guru Sekolah Rakyat
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Safari Gemarikan 2026: Strategi DKP Kepri Dorong Warga Suka Makan Ikan Cegah "Stunting"
-
Siaga Kabut Asap Karhutla, BULOG Jamin Stok Beras Aman dan Buka Jalur Bantuan Untuk Kalimantan
-
Tak Mau Kekurangan Air! Pemkab Lamongan Optimalkan Waduk dan Rawa untuk Irigasi
-
Era Suku Bunga Tinggi AS Jadi Ujian Ketahanan Kebijakan Ekonomi Nasional
-
Wagub Rano Dorong Pelestarian Budaya Kampung Jakarta Lewat Buku Filosofi Orang Kampung
-
UMKM Langkat Bersiap Naik Kelas, Pemkab Siapkan Jurus Baru untuk Perkuat Pelaku Usaha
-
Karhutla Melanda Hutan Lindung Bangka, Manggala Agni Bergerak Padamkan Api.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.