TPA masih ditutup Lebaran, akibatkan sampah menumpuk di Mataram
Selasa, 08 Apr 2025, 16:50 WIBMataram -- Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi NTB, menyebutkan tumpukan sampah yang terjadi pada sejumlah titik di Kota Mataram saat Idul Fitri dan Lebaran Ketupat 1446 Hijriah/2025, terjadi karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, ditutup.
"Jadi petugas juga kami liburkan dua hari saat Idul Fitri dan Lebaran Ketupat yang dirayakan pada 8 Syawal," kata Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Vidi Partisan Yuris Gamanjaya di Mataram, Selasa.
Kebijakan itu diambil karena pihaknya tidak bisa mengangkut sampah dari sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) untuk di bawa ke TPA.
Karena itulah, jauh-jauh hari sebelum masuk Idul Fitri masyarakat melalui petugas roda tiga dan aparat lingkungan masing-masing sudah disosialisasikan dan diimbau agar menyimpan sementara sampah mereka di rumah masing-masing sampai TPA kembali beroperasi.
"Kalau TPA sudah buka, silakan mau buang berapa kali juga boleh," katanya.
Akan tetapi, ternyata banyak masyarakat yang tidak mengindahkan hal itu dan tetap mengeluarkan sampah dari rumah masing-masing, sehingga terjadi penumpukan sampah di TPS, lahan kosong, bahkan di jalan-jalan hingga berserakan dan terkesan kumuh.
"Tapi hari ini, kami pastikan semua petugas sudah kembali beraktivitas dan akan mengangkut sampah-sampah yang berserakan di jalan agar kembali bersih," katanya.
Di sisi lain, pihaknya sangat berharap partisipasi masyarakat aparat kelurahan dan lingkungan agar melaporkan ketika menemukan titik-titik tumpukan sampah agar petugas bisa segera diturunkan.
"Dengan keterbatasan petugas yang kami miliki, kami tentu tidak bisa melakukan pengawasan masif pada titik-titik tumpukan sampah atau biasa disebut TPS liar," katanya.
Vidi menyebutkan, jika pengangkutan tetap dilakukan saat TPA tutup atau libur, dengan mengalihkan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya lama, dikhawatirkan terjadi tumpukan lagi dan petugas kerja dua kali.
"Karena itulah kami putuskan sebaiknya libur, masyarakat simpan sampah di rumah sementara, dan hari ini semua petugas kami minta lembur untuk mengangkut sampah masyarakat," katanya.
Data DLH Kota Mataram mencatat volume sampah di Kota Mataram mencapai sekitar 200-202 ton per hari, dengan telah diliburkan petugas selama dua hari, volume sampah yang di buang ke TPA Kebon Kongok hari ini mengalami peningkatan.*
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Harga Emas Ngulet Rp18.000
-
Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Papua: Juara 1 Dapat Hadiah Bantuan Rp3 Miliar
-
KPK Dalami Pembelian Sistem ATG di Proyek Digitalisasi SPBU Pertamina, Pejabat PT Sempurna Global Diperiksa
-
Menko Zulhas Tegaskan Sanksi Sampah Open Dumping, Masyarakat Akan Diberi Insentif Lewat Sistem Baru
-
Harga Pangan Hari Ini, Jumat (19/6): Cabai Rawit Merah Tembus Rp100.000 per Kg, Telur Ayam Rp29.700 per Kg
-
Pengelolaan Sampah Lebih Ramah Lingkungan, TPA Antang Dibangun dengan Sistem Sanitasi Landfill.
-
Wali Kota Agustina Pastikan Stabilitas Pangan Terjaga, Kenaikan Harga Sayur Diantisipasi Melalui Kempling Semarang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.