8 Juta Warga Jateng Jadi Sasaran Program Makan Bergizi Gratis, Pemprov Jateng Bentuk Pokja Khusus
Selasa, 08 Apr 2025, 18:55 WIBSEMARANG â Program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto, akan menyasar sekitar 8 juta penerima manfaat di Provinsi Jawa Tengah.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak stunting.
Data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyebutkan, total penerima manfaat terdiri dari 7,9 juta anak sekolah, 439.931 ibu hamil, 420.638 ibu menyusui, serta 198.993 anak yang mengalami stunting.
Guna memenuhi kebutuhan tersebut, diperkirakan diperlukan sebanyak 3.470 dapur MBG di seluruh wilayah Jateng.
Untuk mempercepat pelaksanaan program strategis ini, Pemprov Jateng telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksanaan Program MBG.
Pembentukan Pokja ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/88 Tahun 2025.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin, menjelaskan bahwa saat ini sudah terdapat lebih dari 120 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total 89 dapur MBG aktif yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
âDalam skala nasional, posisi Jawa Tengah saat ini menempati peringkat kedua dalam kesiapan pelaksanaan program MBG,â kata Gus Yasin usai memimpin rapat perdana Pokja MBG di ruang kerjanya, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/4).
Gus Yasin menegaskan, keberadaan Pokja ini diharapkan mampu mempercepat sekaligus menyederhanakan proses implementasi program di lapangan.
Ia juga menyebut bahwa jalur koordinasi dan alur teknis telah disiapkan agar lebih mudah diakses oleh pihak-pihak terkait.
âMinggu ini kami sudah menyusun alur teknis, siapa yang bisa dihubungi, dan bagaimana cara mengakomodasi persoalan di lapangan,â ungkapnya.
Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga mengajak semua elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menyukseskan program ini, mulai dari lembaga pendidikan, pondok pesantren, kalangan pengusaha hingga masyarakat umum.
âKami membuka pintu koordinasi dengan siapa saja, termasuk sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga yang ingin menjalankan program makan bergizi gratis,â ujar Gus Yasin.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin sebagai penasihat, Pokja MBG juga bertugas melakukan pendataan aset milik Forkopimda yang dapat digunakan sebagai dapur MBG.
Selain itu, Pokja juga akan memetakan potensi distribusi bahan pangan melalui koperasi petani, BUMDes, peternak, serta jaringan pertanian lokal lainnya.
Dengan melibatkan berbagai sektor dan pendekatan terintegrasi, Pemprov Jawa Tengah berharap program MBG ini tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga memberdayakan ekonomi desa melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.
- Program Makan Bergizi Gratis
- provinsi Jawa Tengah
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Program Makan Bergizi Gratis di Papua Barat Daya Belum Merata, Dua Daerah Masih Tertunda
-
Mudik Lebaran 2026: Terpadu, Aman, dan Efisien Berkat Koordinasi Semua Pihak
-
Indonesia Masters 2026: Sebanyak 16 Wakil Indonesia dari Lima Sektor ke Babak Kedua
-
Trump Gelar Konferensi Pers Tentang Serangan AS-Israel Terhadap Iran
-
Bocoran 28 Nama Pilihan Nova Arianto: Skuad Mewah Timnas U-20 Siap Guncang Surabaya
-
Tradisi Tumpengan Diusulkan Jadi Kekayaan Intelektual Gastronomi Nasional
-
SGC Dorong Petani Lampung Bangkit dengan Skema Kemitraan Tebu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.