Wujudkan Semarang Bersih, Wali kota Agustina Dorong Perbanyak Tempat Pengolahan Sampah
Senin, 07 Apr 2025, 18:50 WIBSEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong peningkatan jumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kota Semarang, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah.
âMenurut saya inilah yang kita harapkan bisa ada di setiap masyarakat. Belum banyak, tapi saya yakin dengan keteladanan yang diciptakan, lama-lama kota Semarang akan bersih dengan cara seperti ini,â ujar Agustina, saatmeninjau langsung pengolahan sampah di TPS3R Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (7/4).
Melalui pemanfaatan dana 25 juta rupiah per RT per tahun, program gotong royong bisa diperluas untuk mewujudkan lingkungan bersih dari titik kampung dan permukiman.
Dirinyapun berharap TPS3R Pedalangan bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain. âYang di sini itu harus kita minta nantinya untuk bisa mengedukasi lingkungan yang lain,â ujar dia.
Agustina juga mengapresiasi sistem pengelolaan sampah skala kecil di TPS3R Pedalangan yang telah memilah sampah organik dan anorganik.
Sampah organik dijadikan pupuk untuk digunakan di pekarangan warga, sementara sampah anorganik seperti plastik dan kertas dipilah dan dijual kembali. âYang pupuk juga langsung dipakai untuk pekarangan masing-masing. Yang plastik dan kertas, sudah ada pengepul yang menjemput langsung,â jelas dia.
TPS3R Pedalangan sendiri memiliki fasilitas pemilahan dengan mesin press untuk mengurangi volume sampah anorganik serta fasilitas pengomposan yang dilengkapi mesin perajang dan pengayak pupuk. Dari total volume sampah 6 m³ per hari, sekitar 4 m³ berhasil dikurangi setiap harinya.
Dari TPS3R Pedalangan, Agustina meninjau Bank Sampah Sakura Pedalangan.
Pengurus Bank Sampah Sakura sekaligus tokoh ProKlim RW 3 Kelurahan Pedalangan, Sri Mulyana menyambut positif kunjungan Wali Kota.
âDengan beliau melihat langsung yang ada di lapangan, masyarakat akan sangat mendukung program-program pemilahan sampah dan pengelolaan melalui Bank Sampah,â kata dia.
Sri juga menambahkan, Bank Sampah yang mulai terorganisir sejak 2019 itu masih membutuhkan penguatan kapasitas dan bantuan sarana. âKami membutuhkan capacity building dan bantuan sarana yang diperlukan untuk mendorong semakin majunya Bank Sampah sebagai bagian dari pengelolaan sampah di wilayah,â jelasnya.
Saat ini terdapat 23 titik pengolahan sampah di Kota Semarang, terdiri dari 18 TPS3R berbasis masyarakat, 2 TPS3R dikelola DLH, dan 3 TPST skala kota yakni TPST Undip, TPST Unnes, TPST BSB.
Pemkot Semarang berkomitmen untuk memperbanyak titik pengolahan sampah sebagai solusi di hulu untuk mengurangi beban TPA Jatibarang.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Unsri Terima 2.294 Mahasiswa Baru Lewat SNBP 2026/2027
-
Menkop Ajak Dana Umat Lebih Banyak Masuk ke Sektor Produktif
-
Kasusnya Melonjak di DKI, Combiphar Gandeng Kader PKK Lawan Risiko ISPA di Musim Pancaroba
-
Mega Career Expo 2026 Digelar di SMESCO, Peluang Kerja untuk Fresh Graduate
-
Dorong Kolaborasi Regional, Kemenhub Lakukan Pertukaran Data Keselamatan Penerbangan
-
Tak Terduga, Ini Alasan Kuat Prabowo Rayakan Idul Fitri 1447 H di Aceh
-
Gandeng Caitlin Halderman, SoKlin Hadirkan Sensasi Parfum Mewah Tahan 33 Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.