Menkop Ajak Dana Umat Lebih Banyak Masuk ke Sektor Produktif

Minggu, 15 Mar 2026, 14:25 WIB

JAKARTA – Pengelolaan dana umat tidak hanya penting untuk kegiatan sosial, tetapi juga bisa menjadi pendorong aktivitas produksi yang memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Jika dikelola secara tepat, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha produktif, membantu pelaku UMKM, hingga membuka peluang kerja baru.

Melalui pengelolaan yang transparan dan terarah, dana umat bisa dialirkan ke berbagai sektor usaha yang memiliki potensi berkembang. Misalnya untuk permodalan usaha kecil, pengembangan pertanian, peternakan, hingga industri rumahan yang melibatkan masyarakat sekitar.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pengelolaan dana umat. — Sumber: Istimewa.

Dengan cara ini, dana umat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak kegiatan produksi yang tumbuh dari dukungan dana umat, sehingga kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong dana umat, termasuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf), dikonsolidasikan untuk industri, termasuk membangun pabrik-pabrik yang memproduksi kebutuhan masyarakat, guna mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan dana umat harus diarahkan secara produktif melalui ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi, sehingga manfaatnya dapat kembali kepada umat dan meningkatkan kesejahteraan.

Dalam acara diskusi publik Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) di Jakarta, Sabtu (14/3), Ferry menyebutkan potensi zakat nasional mencapai lebih dari Rp320 triliun per tahun, sementara wakaf produktif sekitar Rp180 triliun.

“Akan sangat baik apabila dana umat itu dikonsolidasikan untuk membangun industri yang memproduksi berbagai produk kebutuhan masyarakat. Produk-produk itu siap dipasarkan melalui ribuan gerai koperasi desa merah putih,” ujarnya dalam keterangan pers.

Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menekankan perlunya pengelolaan dana umat yang profesional, transparan, dan produktif.

Ia menambahkan MES menjadi wadah strategis untuk mempercepat penerapan sistem ekonomi syariah di Indonesia dengan melibatkan pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dan pelaku usaha.

"Kami di MES mendorong agar kita mulai masuk ke sektor riil. Kita tidak boleh hanya menjadi nasabah, tapi juga harus menjadi debiturnya ke bank atau lembaga keuangan syariah untuk bisa mendanai pembangunan pabrik-pabrik," tuturnya.

Namun, ia mengakui masih banyak tantangan dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan dana umat tersebut seperti tingkat literasi masyarakat yang rendah, kepercayaan publik, profesionalisme pengelola, koordinasi antar lembaga, serta distribusi dana yang masih banyak bersifat konsumtif.

Selain itu, Ferry menyinggung progres pembangunan kopdes/kel merah putih yang telah mencapai 32 ribu unit secara nasional, dengan sekitar 2.000 unit selesai 100 persen.

Ia menilai koperasi desa dapat menjadi jaringan distribusi bagi produk-produk yang dihasilkan dari dana umat yang dikelola secara produktif.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas RI Sodik Mujahid mengakui potensi zakat nasional sangat besar, tetapi realisasi pengumpulan baru sekitar 8-10 persen per tahun.

Menurut dia, apabila potensi ratusan triliun rupiah zakat yang bisa dikumpulkan dapat tercapai, peluang untuk mempercepat realisasi program peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan.

Ia menilai perluasan jaringan unit pengumpul zakat (UPZ) serta integrasi program CSR (corporate social responsibility) dengan inisiatif sosial Baznas menjadi agenda penting agar potensi zakat dapat dioptimalkan.

"Betapa strategis mustahik yang harus diberdayakan, dan potensi atau peluang yang ada di Indonesia sangat besar. Maka, tugas ke depan adalah sosialisasi dan peningkatan literasi masyarakat," ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.