Khawatir Perang Dagang, Saham Hong Kong, Singapura, hingga Australia Anjlok
Senin, 07 Apr 2025, 10:27 WIBJAKARTA - Saham di bursa efek sejumlah negara anjlok pada hari Senin (7/4). Para pedagang bereaksi terhadap tarif besar-besaran Presiden Donald Trump dan kemungkinan perang dagang.
Dilaporkan AFP, saham Hongkok mengalami penurunan tajam lebih dari sembilan persen pada pembukaan, Senin setelah Tiongkok mengenakan tarif tinggi terhadap AS sebagai balasan atas tindakan besar Donald Trump, yang memicu kekhawatiran akan perang dagang yang menyakitkan.Â
Indeks Hang Seng turun 9,28 persen, atau 2.119,76 poin, menjadi 20.730,05, sementara di daratan Tiongkok, Indeks Komposit Shanghai turun 4,21 persen, atau 140,84 poin, menjadi 3.201,17.Â
Sementara di Taiwan, saham anjlok 9,8 persen pada hari Senin, karena para pedagang bereaksi terhadap tarif besar-besaran Presiden AS Donald Trump yang memicu aksi jual besar-besaran di pasar dunia minggu lalu.Â
Taiex, indeks tertimbang di Bursa Efek Taiwan, anjlok 9,8 persen saat pembukaan, karena perdagangan dilanjutkan setelah akhir pekan panjang.Â
Pasar Taiwan ditutup pada hari Kamis dan Jumat karena hari libur, karena triliunan dolar hilang dari nilai saham global dan negara-negara bergegas untuk membatasi dampak pungutan Trump.
Pengumuman Tiongkok setelah pasar Asia ditutup pada hari Jumat bahwa mereka akan mengenakan tarif pembalasan terhadap Amerika Serikat sebesar 34 persen semakin memicu kekhawatiran akan dampak perang dagang yang meningkat.
Regulator keuangan Taiwan pada hari Minggu mengumumkan batasan sementara pada penjualan pendek,- taruhan bahwa saham akan jatuh, dalam upaya untuk menstabilkan pasar ketika perdagangan dilanjutkan pada hari Senin.
Langkah-langkah tersebut akan berlaku hingga hari Jumat, kata Komisi Pengawasan Keuangan dalam sebuah pernyataan.
Taipei telah berupaya menghindari ancaman tarif Trump dengan menjanjikan peningkatan investasi di Amerika Serikat dan lebih banyak pembelian energi AS, tetapi masih dikenakan pajak sebesar 32 persen atas impornya, tidak termasuk chip semikonduktor.Â
Sementara itu, indeks saham Nikkei Jepang anjlok lebih jauh pada hari Senin, karena saham berjangka AS menunjukkan kerugian tambahan di Wall Street atas tarif yang dijatuhkan Presiden Donald Trump.
Pada awal perdagangan di Tokyo, Nikkei 225 turun 7,35 persen, menambah penurunan 2,75 persen pada hari Jumat, sementara di Seoul, Kospi turun 4,8 persen.
Gejolak di Australia dan Singapura
Saham di Singapura juga anjlok lebih dari tujuh persen saat dibuka pada hari Senin di tengah kekhawatiran atas perang dagang global setelah Tiongkok membalas tarif besar-besaran Donald Trump.
Indeks Straits Times anjlok 7,37 persen atau 281,84 poin menjadi 3.544,02 saat pasar di seluruh Asia jatuh bebas.
Saham-saham unggulan Australia juga mengalami penurunan tajam sebesar enam persen setelah perdagangan dibuka pada hari Senin, karena gejolak keuangan yang dipicu oleh tarif AS terus melanda pasar global. Â
Indeks acuan 200 perusahaan tercatat terbesar di negara itu anjlok lebih dari 6 persen setelah pembukaan, karena dampak dari gempuran perdagangan Presiden AS Donald Trump terus membuat para investor gelisah.
Indeks saham unggulan Australia ASX200 kini telah anjlok lebih dari 10 persen sejak awal tahun.
Harga turun pada hari Senin ke titik terendah dalam hampir 15 bulan.Â
Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan pemerintahnya "bersiap menghadapi masa-masa penuh ketidakpastian".Â
"Anda tidak dapat mengubah peristiwa global. Yang dapat Anda lakukan adalah mempersiapkan diri untuk peristiwa tersebut," katanya kepada wartawan pada hari Senin.
AS mengenakan tarif sebesar 10 persen pada barang-barang Australia sebagai bagian dari pengumuman besar-besaran minggu lalu.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG Dibuka Menguat 2,75 Persen, Mengikuti Bursa Asia Seiring Trump Kembali Tunda Serangan ke Iran
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
IHSG naik pada hari pertama penerapan WFH bagi ASN
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.