Rencana Akuisisi TikTok oleh AS Gagal karena Strategi Tarif Trump terhadap China

Minggu, 06 Apr 2025, 13:40 WIB

Upaya pemerintahan mantan Presiden Donald Trump untuk mengalihkan kepemilikan TikTok ke perusahaan Amerika Serikat kembali menemui jalan buntu—bukan karena masalah teknis, tetapi karena kebijakan tarif tinggi terhadap China yang justru menghambat negosiasi.

Mengutip laporan The Verge, proposal dari Oracle, yang didukung Gedung Putih, hampir saja diumumkan. Proposal tersebut mencakup pemberian lisensi atas algoritma TikTok, kontrol atas data pengguna, serta manajemen pembaruan aplikasi, namun tetap mengizinkan ByteDance mempertahankan kepemilikan minoritas. Meski sudah mendekati tenggat waktu larangan TikTok, harapan itu kini pupus karena China menolak memberikan persetujuan.

Ket. Foto: — Sumber: Mashable

Pemicunya adalah tarif impor sebesar 34% yang diumumkan Trump terhadap barang-barang dari China dan puluhan negara lainnya. Menurut The Verge, tarif ini "menghancurkan semua itikad baik untuk negosiasi", dengan China merespons tegas dan enggan menyetujui kesepakatan TikTok tanpa adanya negosiasi menyeluruh terkait perdagangan dan tarif.

Sikap keras China bahkan disampaikan langsung melalui sambungan telepon ke Gedung Putih, seperti yang dikonfirmasi oleh Associated Press. Sebaliknya, China juga memberlakukan tarif balasan sebesar 34% terhadap barang-barang AS, memperkeruh suasana negosiasi.

Sementara itu, Trump mengumumkan bahwa batas waktu pemisahan TikTok dari ByteDance diperpanjang 75 hari lewat unggahan di platform miliknya, Truth Social. Namun, keabsahan langkah ini dipertanyakan. Seorang anggota Komite Intelijen Senat AS menyebut perpanjangan itu "melanggar hukum", karena tidak sesuai dengan prosedur pelarangan aplikasi asing berdasarkan regulasi keamanan nasional yang berlaku.

Trump mengklaim bahwa "kemajuan luar biasa" telah dicapai, tetapi diperlukan lebih banyak waktu. Sayangnya, tarik-ulur antara urusan bisnis dan kebijakan geopolitik ini justru memperlihatkan bahwa penyelesaian masalah TikTok bukan hanya soal teknologi dan privasi—melainkan alat tawar-menawar dalam perang dagang dua negara adidaya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Siap-Siap! Pendaftaran 40 Ribu Kuota SMK Go Global Dibuka KP2MI Mulai 12-16 Agustus, Lulusannya Bakal Kerja di Luar Negeri

Kebakaran Bromo Meluas hingga 899 Hektare, Pemprov akan Rehabilitasi Jaringan Pipa Air dan Antisipasi Dampak Ekonomi

Tidak Memenuhi Syarat Formal, Pengadilan Gugurkan Upaya Banding JPU Atas Vonis Bebas Tiga Legislator

Ada Atraksi Pesawat Tempur, Kemensetneg Gelar Rapat Pleno Persiapan Peringatan HUT ke-81 RI

Bukan Cuma Hoaks, Era Post-Truth Bikin Publik Mudah Percaya Informasi yang Sesuai Keyakinan

RDP Komisi III dengan Praktisi Terkait RUU Perampasan Aset

Terus Bertumbuh, Pelindo Multi Terminal: Arus Barang Capai 59,59 Juta Ton di Semester I Tahun 2026

Tingkatkan Kreativitas, TP PKK Makassar Bekali Perempuan Pelaku UMKM Keterampilan Kecerdasan Buatan

Ciptakan Peluang Ekonomi Produktif, BNNP Banten Latih Pemuda Zona Merah Narkoba untuk Berwirausaha

Menang Meyakinkan, Al Ittihad dan Pakhtakor Melangkah ke Fase Liga ACL Elite

Pelatih Aston Villa Emery Menilai Timnya Melawan PSG Jadi Ujian Bagus

BMKG Prakirakan Jakarta Cerah Berawan Rabu, Suhu Capai 35 Derajat Celsius

Garuda-InJourney Berkolaborasi Perpanjang Waktu Liburan Turis Asing ke Berbagai Destinasi Wisata

Pelatih PSG Sebut Timnya Antusias Sambut Laga Piala Super Lawan Aston Villa

Tingkatkan Efisiensi, Pengamat Nilai Insentif Diperlukan untuk Wujudkan Zero ODOL di 2027

Prakiraan Cuaca Terbaru, BMKG: Sebagian Besar Jakarta Cerah di Rabu Pagi

Cedera Serius, Bardghji Terancam Absen Bela Barcelona karena Operasi Ligamen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.