Tingkatkan Kreativitas, TP PKK Makassar Bekali Perempuan Pelaku UMKM Keterampilan Kecerdasan Buatan
Rabu, 12 Agu 2026, 04:50 WIBMAKASSAR - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, membekali perempuan, khususnya para pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) agar bisa naik kelas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan bertajuk âIbu Berdaya: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk UMKM Perempuanâ dengan tema âBelajar AI Praktis untuk Promosi, Kreativitas dan Pengembangan Usaha" di Makassar, Selasa (11/8).
Sekretaris TP PKKÂ Kota Makassar Faridah Kadir mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali perempuan pelaku UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menggunakan AI.
"Perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas, memperluas promosi, hingga mengembangkan usaha secara lebih efektif," ujarnya.
Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar digelar melalui kolaborasi TP PKK Kota Makassar bersama BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi AI dan digital, membuat konten promosi dengan AI, desain digital untuk UMKM, serta strategi pemasaran yang lebih kreatif.
"Kami ingin ibu-ibu tidak hanya mengenal AI, tetapi bisa langsung memanfaatkannya untuk usaha,â ujarnya.
Menurut dia, pelatihan ini bukan hanya memperkenalkan teknologi AI, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar dapat digunakan untuk mendukung aktivitas usaha.
âDengan pelatihan ini, para peserta diarahkan memanfaatkan AI untuk pekerjaan yang selama ini dianggap sulit, seperti membuat ide promosi, menulis caption, menyusun materi pemasaran, hingga menghasilkan desain yang lebih menarik,â ujarnya.
Sementara Pokja II TP PKK Kota Makassar Andi Indrawaty menambahkan metode praktik langsung dipilih karena sebagian besar peserta merupakan ibu-ibu pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital dalam menjalankan usahanya.
Dengan praktik, kata dia, peserta dapat langsung mencoba setiap tahapan dan memahami bagaimana AI bekerja sesuai dengan kebutuhan produk yang mereka miliki.
âKalau hanya diberikan materi, mungkin ibu-ibu masih bingung. Jadi kita langsung praktik. Hari ini ibu-ibu belajar, langsung pegang dan mencoba sendiri. Kita ingin yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tadinya tidak bisa menjadi bisa,â ujarnya.
Menurut dia, perkembangan teknologi tidak seharusnya menjadi hambatan bagi perempuan pelaku UMKM. Justru, dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat yang memudahkan pekerjaan dan membantu pelaku usaha menghemat waktu, menemukan ide baru, serta membuat promosi yang lebih menarik tanpa harus memiliki kemampuan desain atau pemasaran yang tinggi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Komnas HAM Dorong Investigasi Kasus Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua
-
Kenaikan Bensin hingga Tarif Pesawat Dorong Inflasi Juni ke 0,44 Persen
-
Meski Pasar Bergejolak, BEI Catat 8 Perusahaan Antre IPO
-
Kemenag Desak Pengusaha Katering Pernikahan Segera Urus Sertifikat Halal
-
Tak Sekadar Gaya, Kemenekraf Ingin Fesyen Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi
Gerak Cepat Cegah Api Meluas, Polres Bangka Tengah Minta Warga Laporkan Karhutla Melalui Layanan 110
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.