Pemerintah Tunda Sikapi Pengenaan Tarif Baru AS. Pembahasan Teknis Belum Tuntas

Kamis, 03 Apr 2025, 12:28 WIB

JAKARTA-Pemerintah Indonesia belum mengumumkan sikap resmi terkait penerapan tarif baru Amerika Serikat (AS) terhadap mitra dagangnya termasuk Indonesia.

Awalnya sikap resmi pemerintah akan diumumkan pagi ini melalui konferensi pers yang rencananya digelar Kamis, 3 April 2025 Pukul 10.45 WIB. Namun, informasi terkini, konferensi pers tersebut ditunda hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) saat mengumumkan penerapan tarif baru kepada mitra dagang pada Rabu (2/4) — Sumber: istimewa

"Terkait Kebijakan Tarif AS tersebut di atas sangat teknis dengan beragam komoditas sehingga masih memerlukan pembahasan secara komprehensif di tataran masing-masing K/L,"bunyi pemberitahuan penundaan tersebut dari Humas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (3/4).

Sebagaimana diketahui, Indonesia kena kenaikan Tarif AS sebesar 32 Persen. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (2/4) telah mengumumkan kenaikan tarif sedikitnya 10 persen ke banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terhadap barang-barang yang masuk ke negara tersebut.

Menurut unggahan Gedung Putih di Instagram, Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen.

Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.

Banyak Negara

Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia bukan negara satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang menjadi korban dagang AS. Ada pula Malaysia, Kamboja, Vietnam serta Thailand dengan masing-masing kenaikan tarif 24 persen, 49 persen, 46 persen dan 36 persen.

Dilansir dari Kyodo, Trump mengatakan bahwa tarif timbal balik itu bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri. Trump menyebut hari pengumuman itu sebagai "Hari Pembebasan" bagi negaranya.

Dia dan para pejabat pemerintahannya berpendapat bahwa Amerika Serikat telah "dirugikan" oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.

Tarif-tarif yang telah lama diancamkan Trump itu diumumkan dalam acara "Make America Wealthy Again" di Rose Garden, Gedung Putih.

Sejak kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan kedua yang tidak berturut-turut lebih dari dua bulan lalu, Trump telah memberlakukan berbagai jenis tarif baru.

Di antaranya adalah tarif tambahan 25 persen untuk mobil yang diproduksi di luar Amerika Serikat, yang akan berlaku mulai Kamis, serta tarif 25 persen pada seluruh impor baja dan aluminium.

Menurut seorang pejabat senior Gedung Putih, tarif universal akan mulai berlaku pada Sabtu (5/4), sementara tarif timbal balik -- yang menargetkan sekitar 60 mitra dagang AS -- akan diberlakukan mulai Rabu, 9 April 2025.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.