Segera Deregulasi Aturan yang Bebani Pelaku Usaha

Kamis, 27 Mar 2025, 01:15 WIB

JAKARTA - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendiskusikan hambatan regulasi yang dinilai menghambat dunia usaha. 

Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan dalam akun Instagram @luhut.pandjaitan dipantau Jakarta, Rabu (26/3) mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung agar deregulasi dilakukan terhadap aturan yang tidak tepat dan justru membebani pelaku usaha.

Ket. Foto: Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan — Sumber: istimewa

Komitmen itu bukan sekadar wacana, lantaran Prabowo sendiri berencana bertemu langsung dengan investor dan analis pasar modal untuk memastikan iklim investasi semakin sehat dan kompetitif.

Wakil Ketua Apindo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tim Apriyanto, menyoroti peliknya proses perizinan usaha di daerah, terutama terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan perijinan terkait yang dinilai sangat memberatkan pelaku usaha.

Ia mendorong pemerintah pusat segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem perizinan yang selama ini dianggap tidak efisien dan rentan penyimpangan.

“Penyusunan dokumen Amdal ini sering kali lebih rumit dari disertasi doktoral,” ujar Tim Apriyanto saat ditemui di Yogyakarta, Rabu (26/3).

“Tidak hanya kompleks, prosesnya juga memakan waktu yang tidak jelas dan biaya yang sangat besar, bahkan bisa mencapai miliaran rupiah hanya untuk membayar konsultan,” kata Tim.

Menurut Tim, persoalan yang paling dirasakan di lapangan adalah perizinan yang terpecah-pecah di berbagai kementerian. “Saat ini, perizinan tidak berada dalam satu pintu. Pengusaha harus berurusan dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perindustrian, bahkan kementerian teknis lain tergantung jenis usahanya. Ini membuat proses makin panjang dan rumit,” jelasnya.

Dalam banyak kasus, praktik suap masih diduga terjadi untuk mempercepat proses perizinan. “Kalau tidak ingin menunggu terlalu lama, diduga, ya harus siap membayar lebih, dan itu bukan rahasia umum lagi,” katanya.

Dia pun mendorong agar Menko Perekonomian mengambil alih seluruh proses perizinan terkait industri dan Amdal dalam satu pintu terpadu. “Kalau pemerintah serius ingin investasi tumbuh dan ekonomi bergerak, ya harus ada keberanian mengambil langkah terobosan. Jangan hanya berhenti di wacana,” tegasnya.

Apindo DIY berharap kebijakan deregulasi yang tengah dirancang pemerintah pusat tidak hanya berhenti di meja Jakarta, melainkan benar-benar menyentuh persoalan mendasar yang dihadapi pengusaha di daerah.

“Kalau mau mendukung pengusaha lokal dan UMKM naik kelas, perizinan harus dipermudah tanpa mengorbankan aspek lingkungan. Yang dibutuhkan sekarang adalah sistem yang transparan, efisien, dan bisa diakses tanpa harus lewat jalur belakang,” pungkas Tim.

Sementara itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan dari Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, investasi untuk mencapai pertumbuhan tinggi harus menjadi perhatian sangat serius oleh pemerintah.

Sebab, para investor atau pengusaha sering menghadapi ketidakpastian, terutama risiko ketidakpastian biaya dan perencanaan bisnis.

Ketidakpastian investasi berkaitan dengan ketidaksinkronan aturan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Ketika Pemerintah pusat melakukan deregulasi dalam berinvestasi, pemerintah daerah malahan menambah berbagai aturan yg membebani pengusaha. Dari sisi perijinan seringkali juga terjadi ketidaksinkronan,”ungkap Suhartoko.

Pungutan Liar

Hal yang juga patut menjadi perhatian adalah pungutan liar berkaitan keamanan yang seringkali sulit untuk dihitung oleh pengusaha, karena berhadapan dengan berbagai organisasi, bahkan dengan aparatur negara.

“Ke depan pemerintah pusat dan daerah harus sejalan dalam meningkatkan investasi dan bertindak tegas ke pungutan liar,” katanya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.