Kesalahan di Sydney Jangan Terulang Lagi, Timnas Indonesia Harus Bangkit di Jakarta

Selasa, 25 Mar 2025, 13:28 WIB

JAKARTA - Selalu ada jalan untuk bangkit dari kekalahan pahit dan memperbaiki kesalahan. Hasil kelam Timnas Indonesia di Sydney dari tuan rumah Australia harus segera dilupakan dan harus bangkit di laga penting nanti malam.

Proses inilah yang sedang dialami Patrick Kluivert dan timnas Indonesia. Setelah laga debut yang menyakitkan karena dikalahkan Australia 1-5 di Stadion Sepak Bola Sydney, Kamis (20/3), tim Garuda memiliki waktu lima hari untuk bangkit dari keterpurukan.

Ket. Foto: Patrick Kluivert — Sumber: antara foto

Pertandingan melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (25/3) pukul 20.45 WIB, wajib dimenangkan. Selain pembuktian untuk Kluivert, kemenangan nanti tak lain untuk menjaga asa Garuda mengejar tiket Piala Dunia 2026.

Yang terpenting adalah mereka haram mengulangi kesalahan yang dibuat di Sydney. Di Sydney, di tengah ekspektasi yang tinggi, pemain-pemain Indonesia justru menampilkan parade blunder, mulai dari kecerobohan Nathan Tjoe-A-On, "assists" tak sengaja dari Thom Haye, hingga dua gol serupa dari situasi set-piece sepak pojok.

Di sebuah laga besar, kesalahan kecil tak boleh terjadi karena terjadi sedikit saja akan dihukum oleh lawan. Kegagalan penalti Kevin Diks tak perlu disesali berlarut-larut. Namun, jika penalti itu masuk, maka pertandingan akan sepenuhnya ada di tangan Indonesia kala itu.

Begitu penalti pemain Copenhagen itu tak masuk ke gawang Mathew Ryan, seketika Socceroos mendapatkan kepercayaan diri. Mereka mendapatkan penalti serupa tak lama setelah Kevin gagal sebagai algojo. Martin Boyle maju sebagai eksekutor. Dan tendangannya pun sukses memperdaya Maarten Paes yang salah menebak. Gol penalti ini membangkitkan mental Socceroos yang sempat kesulitan di 10 menit pertama.

Pada gol kedua, Indonesia memberikan "santapan lezat" kepada Nishan Velupillay yang mendapatkan "assists" tak sengaja dari Thom yang hendak menyapu bola. Dua gol ini memukul Indonesia yang sempat memberikan harapan pada awal-awal laga. Pukulan ini lalu terlihat dari pemain-pemain Australia yang nyaman memainkan bola dari kaki ke kaki pada proses gol ketiga yang dicetak Jackson Irvine.

Indonesia semakin tenggelam ketika Australia mencetak dua gol dengan cara yang sama, yakni tendangan sudut yang diambil oleh Craig Goodwin. Dua kali tendangan kaki kiri Goodwin berhasil menemui kepala rekannya, Liam Miller dan Irvine, untuk memperdaya enam pemain tinggi Indonesia yang berjaga di kotak enam yard.

Kegagalan antisipasi bola tendangan sudut menandakan Indonesia sangat buruk dalam situasi duel bola udara. Sofascore mencatat kesuksesan duel udara Indonesia pada laga itu di bawah 50 persen, dengan nilai 35 persen atau hanya menang enam kali dari 17 duel. Jumlah ini kalah dari tim tuan rumah yang mencatatkan tingkat keberhasilan 65 persen atau 11 kali kemenangan dari 17 duel.

Selain harus lebih baik dari segi bertahan, Indonesia juga perlu lebih baik dari segi menyerang. Penguasaan bola 60 persen saat melawan Australia tak lebih dari hanya angka statistik di layar jika tak dibarengi dengan kreasi peluang gol.

Dua tendangan tepat sasaran dari 11 percobaan adalah konversi angka yang buruk karena artinya Indonesia terlalu banyak menembak saat peluang itu belum sepenuhnya matang. Memasuki final third sebanyak 83 kali, namun hanya membuat sentuhan di kotak penalti sebanyak 17 kali menjadi bukti bahwa Indonesia tak mampu menembus tembok kokoh Australia.

Sebaliknya, anak-anak asuh Tony Popovic itu bermain efektif selama 90 menit. Jumlah tembakan mereka adalah sembilan. Lima dari jumlah tembakan ini menjadi peluang besar yang kelima-limanya menjadi gol atau dalam artian lain memiliki presentase 100 persen.

Satu-satunya hal positif yang dapat dibanggakan dari melawan Australia adalah debut Ole Romeny yang terlihat langsung nyetel dengan permainan Garuda karena mengemas satu gol.

Pada jumpa pers pra-laga di SUGBK, Senin, Marselino Ferdinan mengatakan kekalahan telak di Sydney adalah karena chemistry antar pemain di "era baru" ini masih belum berjalan lancar.

"Mungkin kita tahu bahwa chermistry tidak bisa dibangun dalam satu atau dua hari.. Kalau kita lihat pertandingan melawan Australia, banyak yang koreksi, tapi tujuannya bukan di situ. Jadi kita evaluasi hasil sebelumnya, dan kita akan mati-matian melawan Bahrain untuk mendapatkan tiga poin," kata pemain muda 20 tahun itu.

Ridho-Idzes

Pada hari Minggu (24/3), ketika berjumpa dengan awak media di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Patrick Kluivert membuka peluang rotasi melawan Bahrain, menyusul starter pertamanya kurang berjalan sesuai rencana saat melawan Australia.

Salah satu pemain yang kemungkinan besar akan kembali menjadi starter adalah Rizky Ridho, setelah Mees Hilgers dipastikan absen kontra Bahrain karena mendapatkan cedera pangkal paha ketika menjadi starter melawan Australia. Cedera ini membuat Hilgers dipulangkan ke klubnya, FC Twente, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Peluang besar Ridho kembali menjadi starter disambut baik oleh fans timnas karena mereka menilai pemain Persija Jakarta itu lebih cocok bertandem dengan sang kapten Jay Idzes. Daripada Hilgers bermain di sebelah kanan Idzes, mereka lebih setuju Ridho-lah yang ada di sisi itu.

Hilgers dan Idzes adalah bek top Indonesia yang kini bermain di Eropa. Di atas kertas, penampilan keduanya terlihat sempurna dan serasi seperti pasangan Xavi-Iniesta yang membawa kejayaan di Barcelona. Hilgers dan Idzes mempunyai teknik mumpuni, kecerdasan bermain, dan pengalaman bermain di Eropa, Belanda dan Italia.

Namun, begitu mereka berdiri bersebelahan di lini belakang Garuda, yang terjadi justru sebaliknya. Penampilan keduanya malah seperti Gerrard-Lampard, duo gelandang hebat yang entah kenapa sulit menyatu di timnas Inggris.

Dalam beberapa pertandingan, terasa jelas bahwa Idzes terlihat lebih nyaman bermain dengan Ridho. Ridho tak punya pengalaman kerasnya sepak bola Eropa seperti yang dimiliki Hilgers, tapi ia membawa sesuatu yang tak dimiliki Idzes-Hilgers. Itu adalah chemistry.

Chemistry Idzes-Ridho saat bermain bersama sebagai starter membuat Indonesia meraih tiga kemenangan, dua hasil seri, dan satu kekalahan. Sementara duo Idzes-Hilgers di starter belum memberikan kemenangan untuk tim Garuda sejauh ini. Dari tiga pertandingan bermain bersama sebagai starter, statistik duo ini adalah satu seri dan dua kekalahan.

“Siapapun yang dipilih untuk pelatih untuk menjadi starter ataupun sebagai pemain pengganti, semuanya akan menampilkan yang terbaik. Jadi tolong jangan ada banding-bandingkan lagi karena semuanya ingin yang terbaik untuk timnas Indonesia,” kata Ridho pada Minggu (23/3).

Pembawa Perubahan

Dari bangku cadangan, pemain yang bisa menawarkan perubahan adalah Pratama Arhan, yang melewatkan laga melawan Australia karena dicoret dari 23 daftar skuad final.

Arhan setidaknya bisa dimasukkan Kluivert di bangku cadangan karena bagaimanapun, kekuatan lemparan ke dalamnya bagaikan peluru mematikan di kotak penalti lawan. Ini akan sangat berguna ketika Indonesia nanti buntu dan kehabisan cara mencetak gol.

Eliano Reijnders juga bisa menjadi opsi yang memberikan warna baru bagi permainan Garuda. Penampilannya pada babak kedua melawan Socceroos cukup menjanjikan, dengan satu tembakan tepat sasaran yang hampir membobol gawang Mathew Ryan.

Selain Arhan dan Eliano, nama Septian Bagaskara juga patut diperhitungkan. Koleksi tujuh gol di Liga 1 Indonesia bersama Dewa United musim ini menjadi bukti bahwa ia sangat bisa bersaing dan layak diberikan kesempatan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.